Ada Apa Wika ? Pelaksanaan Pengerjaaan Pengerasan Area Pelabuhan Kijing Internasional Tidak TRansparan

oleh

Mempawah,BorneoneTV . Keberadaan Pembangunan Pelabuhan Kijing  Internasional di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah  ,sangat didambakan oleh masyarakat karena dinilai  mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi,sosial masyarakat setempat oleh karenanya membutuhkan dukungan berbagai pihak. Namun dibalik itu, banyak hal hal  dilakukan kelompok kelompok tertentu  memanfaatkan peluang tersebut untuk  menikmati keuntungan diluar prosedur  ,.Ada dugaaan  terjadi  manipulasi pemamfaatan  alam Desa Bangkam yang  kaya dengan potensi bahan galian baik Galian C maupun galian Batu Granat   untuk  mensuplai  kebutuhan galian c untuk  proyek penimbunan area  pelabuhan Kijing Internasional dianggap oleh  PT. Gilbal.sebagai limbah dihibahkan kepada PT wika  secara gratis tanpa hitung hitungan  seperti yang diungkapkan  suryadi Humas   dari PT. Gilbal  .

.Lebih lanjut diungkapkan suryadii kepada ketua Tim investigasi NCW ,” pihaknya memiliki Izin galian yg disebut izin galian batu granit. Batu tersebut sudah dikelola sejak adanya pembangunan Pelabuhan itu sesuai Kontrak dengan  pemilik proyek PPI.  menyediakan Batu sesuai kebutuhan .,tetapi masalah galian tanah yang dianggap mereka limbah  tidak dikelola langsung oleh PT. Gilbal melainkan sudah dihibah kepada  PT.Wika sebagai kontraktor pelaksana pembangunan  pelabuhan Kijing Internasional .

Lalu dikemanakan limbah galian tersebut Suryadi menuturkan  di Hibahkan ke salah sebuah Perusahaan  PT.WIKA . Apakah ada jual beli terhadap limbah itu Suryadi menyatakan tidak diperjualbelikan, diserahkan secara gratis kepada PT.Wika mengambilnya bekerja sama dengan masyarakat. PT.Wika mengontrak armada masyarakat untuk mengangkutnya, dengan bayaran upah angkut saja.Apakah benar tidak ada bayaran selain jasa angkut tersebut Suryadi hanya gelengkan kepala .  Melanjutkan investigasi ke lokasi penambangan tim Investigasi menemukan beberapa kejanggalan yg menjadi tanda tanya.

Terpantau puluhan Truck pengangkut milik perorangan masyarakat bolak balik keluar masuk lokasi mengangkut limbah tanah bahan Galian C dilokasi PT.Gilbal. Menarik utk diketahui dan kami melanjutkan konfirmasi ke pihak PT.Wika.

Dari penjelasan tersebut tim Investigasi ingin mengkonfirmasi ke perusahaan Subkon Pelaksana Pembangunan Proyek PT.PPI , Sayangnya Tim menemui jalan Buntu sebab pihak Humas PT.Wika tdk berkenan memberikan penjelasan dan sempat membuat TIM menunggu cukup lama hingga menjelang sore.  Kami sempat di bawa dan diantar ke PT.PPI dikawasan sungai Kunyit oleh staf Humas nya namun sesampai di PT.PPI kami diterima tapi sempat menunggu beberapa lama, hasilnya pihak PT.PPI bingung dan tidak ada kepastian terhadap kedatangan Tim . Akhirnya kepala Humas PT.Wika datang juga menghampiri kami di kantor PT.PPI . Dengan raut wajah kurang simpatik saat menemui kami , dia mengatakan tdk dapat memberi keterangan dan menyatakan kami tidak memiliki surat tugas, padahal tim secara legal ingin mengkonfirmasi hasil temuan lapangan tadi. Kami langsung memutuskan utk permisi . Dari kejadian itu sepertinya ada hal yg disembunyikan terhadap pengelolaan Hibah limbah galian Batu Granit yg dikelola oleh PT.Gilbal yg diserahkan ke PT.Wika. Ketua Tim Investigator Kalbar Ibrahim kepada wartawan menuturkan   perlu kiranya pihak2 yg berkepentingan dengan kelangsungan proyek PPI  untuk mengklarifikasi kemungkinan adanya penyimpangan pengelolaan Hibah limbah berupa Galian C tersebut, karna PT.Wika memanfaatkan limbah galian C dengan dasar Hibah ,baik PT.Gilbal maupun PT.Wika diketahui sama2  tidak memiliki izin bahan Galian C.(tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *