Membunyikan Meriam Karbit Dimalam Takbiran ,Tradisi Warga Pontianak

oleh

Pontianak ,BorneoneTV .Dua hari sebeleum hari raya lebaran ,puluhan meriam karbit ukuran besar sudah berjejer di tepian sungai Kapuas ,meriam  dengan ukuran dia meter 30  centi meter  sampai 50 centemer  sudah di hiasi dengan warni warni khas corak  insang melayu Pontianak   siap untuk dibunyikan pada saat malam takbiran .

Pemandangan ini hanya ditemukan pada saat malam takbiran dan hari raya idul fitri ,dentuman sahut menyahut bunyi  meriam dari arah seberang sungai  kapuas kampung banjar serasan yang berhadapan dengan kampung  Bansir  yang  menjadi pemandangan tersenidiri dimalam takbiran dan lebaran sehingga menjadi daya tarik pengunjung yang bedatangan dari kota Pontianak dan luar kota Pontianak.

Pak Husaini ketua kelompok meriam karbit dari persatuan pemuda Bansir kepada  awak media mengungkapkan bahwa antusias warga akan kegiatan ini sanggat besar walapun pernah sempat dilarang oleh pemerintah sebelumnya  ,tapi lama kelamaan berjalannya waktu kegiatan ini tetap berlanjut sampai saat ini sehingga di abadikan dalam budaya kota Pontianak .

 Tradisi ini ungkap Husaini turun temurun dari sultan Pontianak terdahulu kedepannya budaya meriam karbit ini sehingga tidak lenyap di telan jaman dan anak anak cucu regenerasi kedepannya tetap bisa menikmati budaya yang turun dari nenek moyang kita ini harus dilestarikan . Traadisi permainan meriam karbit juga berpotensi sebagai daya tarik untuk memancing minat wisatawaan berkunjung ke kota Pontianak

walapun saat ini para pembuat meriam kaarbit kesulitan untuk mendapatkan bahan  baku untuk membuat meriam karbit terutama batang kayu ukuran besar susah didapat,namun warga tetap optimis dan berusaha mencari bahan bakunya bahkan memesan dari luar kota Pontianak .(egi/Wuri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *