Divisi Imigrasi Tingkatkan Pengawasan Orang Asing Dikalbar Terkait Kawin Kontrak Dan Penyalahgunaan Dokumen Imigrasi

oleh -27 views

Pontianak ,BorneoneTV .Dari   9 orang  yang terlibat  dalam jaringan tindak pidana perdagangan orang dengan modus kawin kontrak  7 dianataranya warga asal Tiongkok terperiksa  ,satu sudah  ditetapkan sebagai tersangka oleh polda kalbar ,ungkap kapolda kalbar Irjen Polisi Didi Haryono  disaat Press relaes ,jumat (14/6) di Mapolda Kalbar .Sedangkan   ,7 orang wna asal Tiongkok  dilakukan detensi di imigrasi kelas 1 Pontianak .

Penjelasan dari kapolda Kalbar ,Irjen Pol.Didi haryono , dari  9 orang tersebut  terperiksa,dua warga Pontianak ,yaitu Asang sebagai penampung orang asing sudah ditetapkan sebagaai tersangka ,sedangkan  satu orang  wanita  korban perdagangan orang  kawin kontrak saat ini  masih sebagai saksi  Kita berupaya mengungkap jaringan lainnya  terkait dengan perdagangna orang dengan modus kawin kontrak kembali marak terjadi di Kalbar .

 

Menurut Kepala Divisi  Imigrasi kantor wilayah kementrian  hukum dan ham Kalbar ,Husni Thamrin ,”  7 orang asing asal RRC yang diamankan terkait perdagangan orang saat ini sedang  di lakukan detensi di kelas 1 Imigrasi Pontianak   untuk menjalani proses hukum apakah melanggar tindak pidana keimigrasian ?

Untuk menimalisir  tindak pidana perdagangan orang dan penyalahgunaan dokumen keimigarisian   di Kalbar dengan modus kowin kontrak dan bekerja keluarga negeri secara ilegal  ,Divisi imigrasi kanwil kemenkumham Kalbar  selama ditahun 2018 melakukan penundaan  pemberian paspor sebanyak  761 orang ,sedangkan ditahun 2019  dari januari sampai juni,penundaan pemberian  paspor sebanyak  211 orang  diduga adanya penyalahgunaan dokumen paspor keimigrisan . Lebih lanjut  diungkapkan Husni Thamrin “secara nasional Kalbar merupakan urutan kedua setelah Medan dalam penyalahagunaan dokumen paspor.(wuri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *