Gubernur kalbar: Dinas Pendidikan Tambah Kuoata Penerimaan Siswa ,Solusi Dampak dari PPDB Sistim Zonasi

oleh

Pontianak ,BorneoneTV. Sejak dihari pertama sampai dihari ketiga sistim zonasi pada penerimaan peserta  didik baru pada tahun ini disejumlah sma negeri di Pontianak menuai masalah seperti terjadi  di  SMAN  4 Pontianak ,mulai dari regestrasi pendafaran sampai menginput data  menggunakan google maps banyak terjadi kesalahan terutama dalam mengukur jarak rumah siswa yang mendaftar  ke sekolah sehingga merugikan para calon  siswa baru ,nyaris gagal masuk SMA Negeri .

Kondisi ini yang memicu prortes ratusan orang tua murid  ke posko PPDB  Diknas Pendidikan Kalbar, sejak hari selasa sampai rabu sore berbondong bondong  orangtua murid mendatangi posko Pengaduan PPDB  ,untuk komplein atas  data dari google maps tidak sesauai denga real dilapangan  jarak tempuh  rumah siswa dengan sekolah yang dituju ,ungkap orang tua murid .

Menurut , Herlin  salah saatu orang siswa  yang tinggal di kawasan Kemakmuran  ,sangat kecewa dengan  PPDB sistim zonasi  bisa menggagalkan siswa mengeyam pendidikan dijenjang SMA ,jika disekolah SMAN 4 tidak diterima ,anaknya terancam putus sekolah karena tidak mampu melanjutkan disekolah swasta yang biaya pendidikan nya mahal . Seharusnya  pihak sekolah melakukan sosialiasi kepada orang tua murid  terkait aplikasi google maps dan sistim zonasi sehingga tidak meresahkan  orangtua murid ,ungkap herlin .

Hal yang sama diungkapkan oleh ibu suratin yang tinggal di gg .tegal rejo  ,minta adanya kebijakan dari kepala sekolah untuk bisa menerima anaknya di SMA N 4 tanpa memadang zonasi tetapi lebih ke prestasi hasil ujian akhir anaknya diatas rata rata tujuh . ungkapnya “

Tidak saja sampai disutu ,ratusan orang tua murid mendatangi  kantor  gubernur kalbar untuk bisa berdailog dengan bapak Gubernur kalbar ,Sutramidji  untuk mencarikan solusi agar anak mereka bisa sekolah negeri terkait  sistim penerima peserta didik baru dengan sitim zonasi sangat meresahkan.

Gubernur kalbar saat berdialogo dengan puluhan perwakilan orang tua murid diruang rapat gubernur jauh hari seblumnya menyatakan tidak setuju program PPDB dengan sistim zonasi tersebut bahkan  salah satu gubernur yang menolak hanya Gubernur kalbar ungkapnya,

Gubernur kalbar dalam merespon keluhan orang tua Murid dan memerintahkan kabid Dinas Pendidikan Fatmawati untuk menambah kuoata penerima siswa baru perkelas sebelumnya 36 murid menjadi 38 murid agar semua ssiwa baru diPontianak tertampung ,hal ini disadari di kota Pontianak belum meratanya gedung SLTA  disetiap kecamatan,hal itu diakui Sutarmidji

Pemerintah propinsi berjanji ditahun ini akan membangun tambahan gedung SLTA di Kecamatan Pontianak barat  kawasan jalan karet dimana arealnya sudah disiapkan ,.tidak hanya itu jika dana anggaran memungkinan pemda juga kan membangun SLTA di kawsan Pontiahak utara dan tenggara dalam rangka mememuhi  PPDB sistim zonasi dikemudian hari ,ungkap sutarmidji.”

Ratusan  orang tua murid di Pontianak  berharap sistim zonasi  penerimaan peserta didik baru belum  bisa diterapkan sepenuhnya mengingat ketersedian sma negeri di Pontianak belum merata diseluruh kecamatan ,selain itu, sistim zonasi  berdampak  pada prestasi  belajar anak yang nilai uan tinggi akhirnya malas belajar dengan sistim penerimaa siswa baru dengan sistim zonasi (wuri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *