oleh

Pontianak,BorneoneTV.Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengatakan Kepolisian Negara Republik Indonesia memiliki tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam mengemban tugas ini aparatur kepolisian yang biasa kita sebut dengan Polisi dan Polwan (Polisi Wanita) dipersiapkan fisik dan mental mereka dari proses pengrekrutan dan pengkaderan yang sistematis sehingga menghasilkan anggota polisi yang siap dengan tugas-tugas pokok dan fungsinya,” kata H Sutarmidji, Senin (8/7), saat Launching Pembangunan SPN Polda Kalbar di kota Singkawang.

Dikatakannya, Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Kalbar yang semula bertempat di jalan Subarkah Kelurahan Akcaya Kota Pontianak akan dialihkan ke jalan Conglongkong Desa Sagatani, Kota Pontianak saat ini sedang dipersiapkan dan masih dalam
proses pembangunan.

Areal yang akan dipergunakan dengan
total lebih kurang 40 Ha dan pembersihan lahan saat ini telah mencapai 20 Ha, itu berarti masih setengahnya.

Mantan Wali Kota Pontianak juga menyampaikan beberapa hal terkait pembangunan SPN ini, dari realisasi areal SPN seluas 20 Ha telah dibangun Gapura SPN, barak siswa, mess siswa,  kelas kecil dan rumah dinas Kepala SPN atau sebayak 8 unit bangunan dan anggaran yang telah terealisasi dari hibah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kota Singkawang, Pemkab. Sekadau, Pemkab. Kubu Raya, Pemkab. Ketapang. Pemkab. Sintang dan Pemkab. Bengkayang pada tahun anggaran 2019 sebesar Rp. 28.513.010.000, dan dari total anggaran yang akan dibutuhkan sebasar Rp. 117.970.573.000 dan sisa bangunan sebanyak 23 unit yang akan dibangun atau sebesar Rp. 89.457.563.000.

“Berdasarkan laporan yang saya terima bahwa dari sisa penganggaran yang disebutkan diatas untuk tahun anggaran 2020 sebesar Rp. 49.157.977.000 dengan data ini diketahui bahwa pada tahun anggaran 2019 terdapat kekurangan sebesar Rp. 40.299.586.000 dan ini bersumber dari dana hibah pemerintah Kota/Kabupaten yang belum terealisasi pada tahun 2019, dan harapan saya dapat dengan segera terpenuhi sebagaimana aturan yang berlaku,” harapnya.

Kalimantan Barat merupakan Provinsi yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia dimana terdapat 5 (lima) Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia yaitu. Kabupaten Sambas, Sanggau, Sintang, Bengkayang, dan Kapuas Hulu, yang tenumya secara geografis kawasan perbatasan tersebut menjadi perhatian penting atas keamanan orang dan barang terlebih terhadap jenis-jenis barang ilegal dan barang berbahaya seperti narkoba.

Dari 5 Kabupaten tersebut baru 3 (tiga) Kabupaten yang sudah diresmikan Pos Lintas Batas Negara oleh Presiden Republik Indonesia yaitu Kabupaten Sambas, Sanggau dan Kapuas Hulu.
Untuk Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sintang masih dalam proses. Untuk itulah, dengan hadirnya SPN di Singkawang dengan luasan areal yang bertambah dan anggaran yang cukup besar ini.

“Menjadi harapan kami pemerintah daerah akan adanya rekrutmen dan proses pendidikan yang baik sehingga menghasilkan anggota polisi yang siap mendukung pemerintahan, pembangunan dan kesejateraan masyarakat Kalimantan Barat yang tentunya melalui tugas-tugas pokok dan fungsinya,” harapnya lagi.

Mewakili harapan seluruh masyarakat Kalbar bahwa dalam proses rekrutmen bintara maupun perwira kepolisian, kiranya dapat merekrut lebih banyak putra-putri Kalimantan Barat yang terbaik, sehingga dengan demikian diharapkan Kalimantan Barat juga bisa berperan lebih banyak dalam mendukung secara langsung pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di wilayah NKRI.

“Kepada segenap komponen aparatur sipil maupun militer serta masyarakat Kalimantan Barat umumnya, mari kita kokohkan persatuan dan kesaman, melaksanakan tugas sesuai amanat yang diemban untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi terwujudnya keamanan/ketertiban di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat guna mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *