Apel Kesiapsiagaan BNPT Bersama TNI/Polri di Mayonko 465 Paskhas

oleh

Pontianak.BorneOneTV-Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI bersama TNI/ Polri dan Pemerintah Daerah Kalbar mengadakan apel kesiapsiagaan dalam rangka mengamankan wilayah Provinsi Kalbar dari ancaman tindak pidana terorisme di lapangan apel Mayonko 465 Paskhas Brajamusti Lanud Supadio, Kamis (18/7).

Bertindak sebagai Inspektur Apel Kepala Sub Direktorat kesiapsiagaan dan pengendalian krisis BNPT Kolonel Inf Darmanto yang diikuti sekitar 300 orang dan hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Kepala BNN Prov. Kalbar Brigjen Pol Drs. Suyatmo, M.Si, Pangdam XII/Tpr diwakili LO Kodam Kolonel Pas Zulfikar, Danlantamal XII Pontianak diwakili Asintel Kolonel Laut (T) Erwin Ticoualu, S.E, Danlanud Supadio diwakili Kadislog Kolonel Tek Arief Rachman Hidayat, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhamad Anwar Nasir, S.IK., M.H, Dansat Brimob Polda Kalbar diwakili AKP J.R Sugiyanto, Kepala Satpol PP Prov. Kalbar Golda M. Purba, Wadanyonko 465 Paskhas Mayor Pas Donni Heriyanto, Dandenhanud 473 Paskhas Mayor Pas Tatang dan Danyonmarhanlan XII Mayor Mar Sofian.

Kepala Sub Direktorat Kesiapsiagaan dan Pengendalian Krisis BNPT Kolonel Inf Darmanto mengatakan, beberapa bulan yang lalu dunia dikejutkan oleh aksi terorisme yang menyerang negara Sri Lanka, dan seluruh dunia mengutuk kejadian tersebut.

“Namun, kita bangsa Indonesia dapat mengambil pelajaran bahwa tidak ada satu tempat pun yang aman dari ancaman aksi terorisme dan seperti apa yang terjadi dua minggu yang lalu militer Sulu Filipina kita tidak boleh lengah karena sasaran teroris tidak hanya masyarakat sipil namun juga aparat menjadi sasaran utama teroris,” kata Kolonel Inf Darmanto saat menjadi Inspektur Apel Kesiapsiagaan lapangan apel Mayonko 465 Paskhas Brajamusti Lanud Supadio.

Kemudian, seperti yang kita ketahui bangsa Indonesia saat ini telah selesai melaksanakan Pemilu 2019 yang dikabarkan paling kompleks di dunia hal ini Tentunya mendapat sorotan pernyataan luas dari dunia internasional dan panggung inilah yang berpotensi digunakan oleh kelompok-kelompok radikal untuk melaksanakan aksinya agar teror yang mereka akan mendapatkan pemberitaan dan gaung yang luas ke seluruh dunia.

“Saya tekankan, kita tetap waspada dan jangan lengah. Para pelajar sekalian saya berharap kita mampu bersinergi bahu-membahu untuk meminimalisir sekecil mungkin peluang bagi kelompok radikal atau kelompok teror untuk melaksanakan aksinya di Indonesia,” jelansya.

Dijelaskannya, apa yang kita laksanakan ini semoga dapat meningkatkan sinergitas antar aparat yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Barat. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *