HUT Ke 12 KKR Jadi “Angka Keramat” Bagi Gubernur Kalbar

oleh

Kuburaya,BorneoneTV.Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 12 Kabupaten Kubu Raya (KKR) menjadi Angka Keramat bagi Gubernur Kalbar H Sutarmidji.

Dikatakannya, saat dirinya menjabat Wali Kota Pontianak, dirinya merupakan Wali Kota Ke 12, begitu juga saat dilantik sebagai Gubernur Kalbar oleh Presiden RI, dirinya juga Gubernur Kalbar Ke 12.

“Hari ini, hari yang sangat keramat bagi bagi saya. Tidak ada Wali Kota Ke 12, maupun Gubernur Kalbar Ke 12  yang terjadi secara bersamaan angkanya dalam HUT Ke 12 KKR ini,” ucap H Sutarmidji, Rabu (17/7), saat menjadi Irup HUT Ke 12 KKR di Halaman Kantor Bupati KKR.

Diusianya Ke 12 Tahun Pembentukan Kabupaten Kubu Raya merupakan sebuah keinginan masyarakat dalam pemekaran dari Kabupaten Induk dan dalam sejarah pembentukan KKR mesti dan harus menjadi acuan oleh Pemkab Kubu Raya adalah cikal bakal pembentukan KKR agar masyarakat Kubu Raya tahu cikal bakal terbentuknya KKR.

Gubernur Kalbar juga meminta kepada Bupati KKR, dalam usia yang Ke 12 ini, Pemkab Kubu Raya untuk dapat membenahi infrastruktur pemerintahan, dan setiap tahun diupayakan bisa membangun Kantor Pemerintahan.

“Untuk percepatan pertumbuhan kawasan, Kantor pemerintah tidak harus disatu kawssan komplek tapi tempatkan tempat-tempat yang bisa memicu pertumbuhan kawasan itu,” ingatnya.

Kedepan, Pemkab Kubu Raya juga harus mengelola potensi-poyensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya, karena potensi yang bisa digali menjadi PAD KKR sangat besar.

“Saya harap, NJOP kawasan di KKR sudah harus di Update dengan mendekatkannya dengan nilai pasar, tapi Tarif PBB harus diturunkan sebesar persentasi yang kita naikan, sehingga tidak memberatkan masyarakat,” pesannya.

Gubernur Kalbar juga mengimbau jajaran Pemkab Kubu Raya untuk bekerja dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, Tata kelola pemerintahan yang transparan dan tata kelola pemerintahan yang betul-betul bisa menjawab keinginan masyarakat.

“Saya selaku Gubernur Kalbar,  Insyaallah akan membuat hal-hal yang terbaik yang dibutuhkan oleh masyarakat Kalbar. Saya juga akan berbuat seadil-adilnya berdasarkan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Kemudian, mantan Wali Kota Ke 12 Pontianak juga mendorong Pemkab Kubu Raya untuk dapat mempercepat pembangunan Desa Maju, Desa Tertinggal dan Desa Sangat Tertinggal menjadi Desa Mandiri.

Kalau desa yang sudah berstatus Desa Mandiri, Pemprov Kalbar akan memberikan intensif untuk Program Pembangunan bagi Desa Mandiri antara Rp 200-300 juta.

‘Kalau tak bisa jadi Desa Mandiri atau tetap jadi Desa Tertinggal, saya tak akan sentuh, biar jak,” ujarnya.

Dijelaskannya, ketika sebuah desa masih berstatus Desa Tertinggal, sebesar apapun potensinya orang tidak akan mau investasi. Ketika sebuah Desa sudah berstatus Desa Mandiri, potensi tidak seberapa tapi dia tahu statusnya Desa Mandiri apapun potensinya, apapun infrastrukturnya dan apapun sudah tersedia orang akan investasi. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *