Pemprov Kalbar Promosikan Keunikan Tugu Khatulistiwa saat Welcome Dinner

oleh

Pontianak,BorneoneTV.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar mempromosikan keunikan Tugu Khatulistiwa saat menjamu Tamu Kunjungan Lapangan Program Responsif Innovation Funds (RIF) Proyek National Support for Local Investment Climates/National Support for Enhanching Local and Regional Economic Development (NSLICINSELRED) ke Kabupaten Kubu Raya di Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa (16/7).

Menurut Sekda Kalbar AL Leysandri tamu yang melakaanakan kunjungan di Kota Pontianak dianggap belum lengkap apabila tidak berkunjung ke Monumen Khatulistiwa.

“Monumen ini adalah landmark yang sangat istimewa, karena hanya ada 12 negara di dunia yang tepat berada pada garis khatulistiwa, dan hanya ada satu Kota yang persis dilewati oleh garis tersebut, yaitu Pontianak,” ucap AL Leysandri, saat Welcome Diner bersama Duta Besar Kanada Untuk Indonesia di Pendopo Gubernur Kalbar

Dikatakannya, kegiatan ini sangat penting dalam percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Pedesaan. Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten yang berdampingan dengan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat (Pontianak). Posisi yang demikian sangat starategi dalam upaya untuk memasarkan produk-produk khususnya disektor pertanian.

Kondisi ini dapat dilihat dan’ produk pangan seperti beras, ternak dan perikanan umumnya sebagian besar dipasarkan di Kota Pontianak. Dengan demikian, peluang pengembangan komoditi salah satunya seperti komoditi jagung yang merupakan komoditas unggulan daerah.

Sementara ini jagung merupakan bahan pakan ternak (ayam), dimana untuk memenuhi kebutuhan pangan Provinsi Kalbar masih mengimpor dari Jawa, sehingga untuk pengembangan masih perlu ditingkatkan.

Produksi jagung Kalbar tahun 2017 sebesar 151.550 ton, demikikian juga dengan ternak ayam pada tahun yang sama sebanyak 63.362.547 ekor sedangkan untuk produksi perikanan tangkap serta budidaya sebanyak 240.288 ton dan 67,696 persennya merupakan produksi dari perikanan tangkap.

“Khusus untuk Kabupaten Kubu Raya yang merupakan kabupaten penyangga untuk mendukung ketersediaan pangan khususnya di Kota Pontianak,” ujarnya.

Potensi produksi jagung di Kubu Raya sebanyak 6.610 ton, sedangkan untuk ternak ayamnya sebanyak 15.445.601 ekor serta produksi perikanan tangkap dan Budidayanya sebanyak 22.147 Ton dan 87,6% nya merupakan produksi perikanan tangkap.

Provinsi Kalimantan Barat dengan luas wilayah 14,7 juta hektar atau satu kali Pulau Jawa ditambah Pulau Bali mempunyai kawasan hutan kurang lebih 8,4 juta hektar dan kawasan non hutan seluas kurang lebih 6 juta hektar, merupakan provinsi ke 4 terluas di Indonesia setelah Papau, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah.

Selain itu, Provinsi Kalimantan Barat memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah yaitu potensi di bidang kehutanan, pertambangan dan perkebunan.

Dijelaskannya, dibalik potensi yang besar tersebut, kita diperhadapkan juga pada tantangan pengelolaan yang bijak sehingga menuntut kesungguhan dan kerjasama antar para pihak yang terkait untuk bersama sama mencari dan menerapkan cara-cara yang benar, cepat dan tepat.

Dalam upaya percepatan pembangunan ekonomi serta dukungan ketersediaan pangan daerah, maka sumber produksi khususnya di pedesaan perlu menjadi perhatian dalam upaya untuk mewujudkan Desa Mandiri Pangan yang disertai peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.

Terkait usaha pengembangan jagung, masih kata Mantan Sekda Sanggau, ternak dan ikan merupakan komoditas yang saling mendukung, karena jagung sebagai pakan ternak (ayam) sedangkan kotorannya digunakan sebagai pupuk tanaman jagung sehingga, demikian juga dengan usaha perikanan terutama tambak atau budidaya ini merupakan usaha masyarakat yang dapat dikerjakan skala rumah tangga,dapat menambah penghasilan bagi masyarakat pedesaan.

“Kami berharap, dengan adanya program RIF di Kabupaten Kubu Raya dapatlah membantu Pemerintah Daerah dalam mewujudkan kemajuan Desa yang mandiri baik untuk memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” jelasnya.

Selanjutanya, Pemprov Kalbar juga meminta Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dapat menindaklanjuti program tersebut agar lebih dikembangkan secara sporadis untuk desa-desa diluar program kegiatan tersebut, dengan harapan agar program yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat dapat dinikmati oleh seluruh desa yang mempunyai potensi sumberdaya alam yang cocok untuk pengembangan komoditas tersebut. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *