Desa Punggur Kapuas Akan Jadi Desa Wisata Pemancingan

oleh

Kubu Raya.BorneOneTV-Desa Punggur Kapuas, Kecamatan Sungai Kakap,Kabupaten Kubu Raya(KKR)bakal jadi sebagai desa wisata pemancingan.Letak geografis desa tersebut tepat berada ditengah-tengah pulau yang dikelilingi aliran sungai.

Kepala Desa(Kades)Punggur Kapuas,Fortonius,mengatakan rencana itu kepada wartawan media ini,di Lokasi tempat rencana Wisata Pemancingan,Senin(19/8).

Menurut,Portunius Darno di sungai yang mengelilingi Desa Punggur Kapuas banyak hidup berbagai macam jenis ikan udang air tawar,sungai.

“Kami sudah ada rencana menyulap desa kami itu untuk menjadi kawasan wisata pemancingan ikan.udang berbasis ekonomi kerakyatan,”ujarnya.

Seiring rencana itu,Fortonius mengatakan,pihaknya telah menyampaikan kepada Pemerintah daerah Kabupaten Kubu Raya.serta ke sejumlah instansi terkait lainnya guna pengkajian.

Terobosan itu kita lakukan agar Desa Punggur Kapuas ada geliat dan tidak terkesan mati suri.Mengapa saya katakan demikian? Mengingat desa Punggur Kapuas potensi desanya sangat banyak namun belum di kelolah dengan baik,ucap Fortonius.

Menyikapi kondisi itu pula,lanjut dia, pihaknya bersama perangkat Desa Punggur Kapuas lainnya,bersepakat mensiasati bagaimana agar keberadaan desanya itu bisa memberi warna positif dalam pembangunan di.Kabupate Kubu raya pada umumnya.

Kita ketahui sungai yang mengelilingi Desa Punggur Kapuas memiliki berbagai macam jenis ikan udang air tawar,sungai itulah nantinya yang akan menjadi daya tarik tersendiri,khususnya bagi warga Kalimantan Barat yang kita ketahui banyak hobi memancing ikan,”€ terangnya.

Bila ditinjau dari sisi ekonomi kerakyatan, warga Desa Punggur Kapuas yang notabene petani,nelayan dan pekebun itu,akan mendapat mata pencaharian tambahan.Misalnya membuka jasa sewa kelotok,jadi pedagang untuk melayani pengunjung, kalau diperlukan bisa jadi pemandu wisata,”ucapnya.

Harapan Fortunius,dengan adanya wacana ini nantinya peran instansi terkait menjadi lebih banyak terutama yang sangat kami butuhkan ialah Insfratruktu dermaga tempat tambat sampan selain itu pula akses jalan masih perlua perhatian dari pemerintah.”Harapdia

Masih kata Fortonius jarak tempuh dari kota kelokasi hanya makan waktu kurang lebih 45 menit saja sudah bisa sampai kelokasi.”Katanya.(Ti/BorneoneTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *