Singbebas Bangun Kerjasama Urusan Pemerintahan Kabupaten/Kota

oleh

Singkawang.BorneOneTV-Guna mempercepat pencapaian tujuan pembangunan di Provinsi Kalbar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar mendorong kerja sama daerah dalam penyelenggaraan urusan Pemerintahan di wilayah Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas (Singbebas) di Balairung, Kantor Wali Kota Singkawang, Jumat (20/9).

Menurut Wagub Kalbar H Ria Norsan, pada tataran Implementasi, masih banyak sering terjadi kesimpangsiuran pemahaman kerja sama antar daerah, filosofi dan prisip-prinsip kerja sama serta kebingungan untuk memulai kerja sama antar daerah yang akhirnya mematahkan Inisiatif kerja sama yang sedang mulai tumbuh.

“Kerja sama saat ini merupakan peluang yang baik dalam membangun daerah, karena dengan adanya kerjasama pemerintah mempunyai inovasi sendiri dan mempercepat pembangunan,” kata H Ria Norsan saat Kerjasama di Kantor Wali Kota Singkawang.

Dengan melakukan kerjasama antar daerah, maka ada banyak manfaat yang bisa diperoleh. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Manajemen konflik antar daerah, dimana kerjasama antar daerah dapat menjadi forum komunikasi dan dialog antar aktor utama daerah.

“Dengan adanya forum seperti ini, maka dapat meningkatkan pemahaman dan toleransi sehingga konflik antar daerah dapat diantisipasi,” ingatnya.

Kemudian, ada efisiensi dan Standarisasi Pelayanan, dimana kerjasama antar daerah dapat dimanfaatkan daerah-daerah untuk membangun aksi bersama. Dalam konteks pelayanan publik, kerjasama antar daerah sangat mendukung daerah menerapkan eisiensi dan standarisasi pelayanan antar daerah.

Disisi lain, pengembangan Ekonomi, dimana kerjasama antar daerah akan mendorong terjadinya pengembangan ekonomi di suatu Wilayah yang akan meningkatkan daya saing kawasan. Seringkali terjadi, pengembangan ekonomi suatu wilayah terhambat karena keterbatasan cakupan Wilayah.

Pengelolaan Lingkungan, dimana kerjasama antar daerah akan mendorong pengelolaan lingkungan yang menjadi masalah bersama. Tanpa adanya kerjasama tersebut, penanganan lingkungan tidak akan berjalan sinergis sehingga sangat berpotensi menimbulkan pemasalahan lingkungan. tidak hanya bagi daerah tersebut, tetapi juga bagi daerah lain yang secara geografis berdekatan, seperti kebakaran hutan, banjir dan tanah longsor.

“Secara Geografis, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang merupakan wilayah yang saling berbatasan. Hal tersebut bukanlah kebetulan, tetapi karena 3 daerah ini semula memang merupakan satu Kabupaten yaitu Kabupaten Sambas dengan ibukotanya Singkawang, yang berikutnya dimekarkan menjadi Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang, selanjutnya dimekarkan kembali satu wilayah yaitu Kota Singkawang. Kondisi tersebut menjadi faktor utama yang mendorong 3 (tiga) wilayah ini untuk melakukan kerja sama wajib,” ingatnya.

Dikatakannya, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 pasal 363 Ayat (1) bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, Daerah dapat mengadakan kerja sama yang didasarkan pada pertimbangan pada efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan.

Selanjutnya pada pasal 364 ayat (1) mengamanatkan kerjasama waiib merupakan kerja sama antar daerah yang berbatasan untuk menyelenggarakan Urusan Pemerintahan yang memiliki ekstetnalitas lintas daerah dan penyediaan layanan publik yang lebih efisien jika dikelola bersama.

“Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang juga memiliki beberapa Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yaitu : Kecamatan Sajingan Besar dan Kecamatan Paloh di Kabupaten Sambas serta Kecamatan Jagoibabang dan Kecamatan Siding di Kabupaten Bengkayang. Kerjasama ini sangat diperlukan untuk mendukung optimalisasi pembangunan dan pengembangan kawasan perbatasan, khususnya batas negara,” ujarnya.

Dijelaskannya, inisiasi kerjasama antar daerah di ketiga wilayah ini mulai muncul pada Tahun 2005 dan implementasi mulai berjalan sejak Tahun 2009 yang didukung oleh Provinsi Kalbar, khususnya Bappeda dan selanjutnya secara lebih Intens difasilitasi oleh Bappenas
bersama Lembaga Bantuan Teknis Jaman GIZ (Deutsche Gesellschan fuer Intemationale Zusammanarbeit), namun sampai dengan Kerjasama tersebut berakhir, Singbebas belum memiliki kelembagaan yang mapan dalam bentuk Regional Management (RM).

“Pada saat itu, Konsep kerjasama Singbebas yang digagas dulu bertujuan untuk mewujudkan Pengembangan ekonomi daerah melalui peningkatan PDRB dan penciptaan lapangan kerja di ketiga wilayah pemerintah daerah,” jelasnya.

Ruang Lingkup kerjasama Singbebas pada saat itu adalah: Menyusun dan melaksanakan strategi pengembangan ekonomi Singbebas dengan asas kesamaan kepentingan, saling menguntungkan. berkelanjutan dan ramah lingkungan; Menyusun pola kerjasama yang melibatkan unsur pemerintah dan pihak swasta dalam upaya merealisasikan segera strategi pengembangan ekonomi wilayah

Kemudian mengutamakan perkembangan ekonomi wilayah sebagaimana yang sudah diupayakan dalam program Regional Economic Development (RED) Singbebas selam kurang lebih dua tahun terakhir ini;

Sinergitas program pembangunan lnfrastruktur sebagai penunjang ekonomi, seperti : penyediaan air bersih, penanganan sampah regional, dan pengelolaan daerah aliran sungai untuk penangan masalah banjir dan pemanfaatannya dalam menunjang usaha budidaya.

“TKKSD Provinsi Kalbar telah mencoba memberikan dukungan dengan menuangkan gagasan kerja sama tersebut ke dalam draft Kesepakatan Bersama, yang selanjutnya telah dibahas dan didiskusikan secara bersama pada pertemuan yang melibatkan ketiga wilayah tersebut, sehingga dapat memenuhi tujuan sebagaimana diharapkan sana saling menguntungkan bagi para pihak,” ujarnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *