Warga dua Kubu Saling Mengklaim Batas Wilayah

oleh

Kubu Raya,BornenoneTV_Puluhan warga Desa pal 9 Kecamatan sungai Kakap kabupaten Kubu raya dan warga Pontianak Kota Kelurahan Bangka Belitung saling klaim batas tanah di wilayah Rt.90 Rw.14 Dusun Turi Paret wakgatak Desa pal IX Kecamatan Sungai Kakap Minggu(22.9.2019).

M.Yanini Muslim selaku Ahli Waris dari Nadreng mengatakan kepada wartawan, bahwa tanah garapan mereka berada di wilayah kotamadya pontianak ,bukannya di Kuburaya sesuai peta bpn yang diterbitkan tahun 1932 atas nama Nadreng,yang menjadi persoalan saat ini banyaknya bermunculan diatas tanah garapan, kami sertifikat ganda sehingga bebagai pihak mengklaim tanah ini milik mereka .ujar M.yanin sedikit kecewa tidak jelas penatapan tapal batas baik dari pemkab kubura maupun pemkot Pontianak.

“Terkait adanya tumpang tindih lahan ,ahli waris minta kepada pemerintah daerah Kota Pontianak maupun Kabupaten Kuburaya di selesaikan persoalan tapal batas dan tumpang tindih lahan diwilayah tapal batas antara Kuburaya dan Kota Pontianak ,termasuk BPN Bamdesnya juga turun tangan , duduk satu meja untuk menyelesaikan tumpang tindik lahan tapal batas ,”ujarnya.

Jika persoalan ini tidak diselesai kan menjadi bom waktu dikemudian hari dimasyarakat

Sementara Ketua RT.90/Rw.14 Dulkowi saat di konfirmasi terkait tapal batas lahan yang saat ini masih di permasalahkan ,menurutny persoalan ini sebetulnya sudah jelas ,ada kesepakatan masalah tapal batas antara wilayah kubu raya dengan kota Pontianak

Harapan saya biar tidak timbul masalah dengan masyarakat Paret wak.gatak tolong warga yang merasa lokasi tanahnya bukan berada di wililayah kuburaya mundurlah dari batas dari wilayah kabupaten.Karena menentukan tapal batas bukan hanya kepala desa saja semua dari BPN pernah menetapkan batas wilayah kota madya ini dengan Kabupaten, terangnya.”

Jika parit 90 meter yang sudah dibangun menggunakan exapator merupakan patok batas wilayah .namun ada pihak lain akan memasang patok melebihi dari patok parit tersebut ,tentu akan berhadapan dengan warga setempat .ujarnya sedikit geram.

Hal senada dikatakan Ketua Rw.14/Rt.90 Nardi saat di temui wartawan media ini dia mengatakan seperti yang dikatakan pak Dulkowi Intinya meraka harus mundur dari batas wilayah Kubu Raya.”Harapnya.

Pada waktu yang sama mantan kepala Kantor pertanahan kabupaten Pontianak H.Jayadi dari tahun dari tahun 2004 sampai 2006 ketika ditemui Borneonetv , juga membenarkan bahwa lahan yang di klaim warga Pontianak kota dan warga kubu raya itu sertifikatnya Kabupaten kubu Raya yang di terbitkan pada tahun 1984.”Jelasnya,

Tim.BorneoneTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *