BP3TKI Pontianak Perkuat Sinergi Dengan Berbagai Pihak Terkait Penenpatan dan Perlindungan PMI di Kalbar

oleh

Pontianak.BorneOneTV– BP3TKI Pontianak gencar melakukan sinergitas antar lembaga terkait penempatan dan pelindungan PMI guna melayani dan memfasilitasi informasi terkait penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Dengan adanya sinergitas ini diharapkan kerjasama antarlembaga semakin baik dan pelayanan ke Calon PMI semakin prima.

Selama tahun 2019, BP3TKI Pontianak sudah melakukan sinergitas ke instansi-instansi yang terlibat dalam penempatan dan pelindungan PMI. Tercatat Kepala BP3TKI Pontianak sudah berkoordinasi dengan beberapa kepala dinas kabupaten kota di Kalimantan Barat diantaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sambas, dan Kepala Dinas Tenaga Kapuas Hulu serta ke sarana kesehatan, yaitu Direktur Rumah Sakit St. Antonius dan Direktur RSUD Pemangkat.

“Sinergitas antarlembaga ini sangat penting, demi pelayanan prima kepada para calon PMI kita harus menghilangkan ego sektoral. Alhamdulillah sekarang arahnya sudah menuju pelayanan prima,”ujar Erwin Rachmat Kepala BP3TKI Pontianak.

Selain sinergitas, BP3TKI Pontianak juga gencar melakukan sosialiasi terkait penempatan dan pelindungan PMI. Pada tahun ini kegiatan sosialisasi ditujukan kepada para siswa-siswa SMK dan mahasiswa jurusan keperawatan di wilayah Kalimantan Barat Sampai dengan triwulan tiga tahun 2019 ini BP3TKI Pontianak sudah melaksanakan enam kegiatan sosialiasi yang dilakukan di lima SMK dan satu Perguruan Tinggi. Dalam sosialisasi kali ini dipaparkan mengenai peluang-peluang bekerja ke luar negeri. Selama ini warga Kalimantan Barat sebagian besar bekerja di sektor plantation dan plywood, kedepannya diharapkan bias bekerja di sektor-sektor middle sklill hingga high skill.

Peyebaran informasi mengenai peluang-peluang bekerja ke luar negeri turut dilakukan oleh BP3TKI Pontianak melalui penyuluhan jabatan ke siswa SMK dan mahasiswa jurusan keperawatan di Pontianak. Pada triwulan tiga telah dilakukan penyuluhan jabatan di SUMPM, SMTI dan STIK Muhammadiyah Pontianak. Dan masih ada satu lagi penyuluhan jabatan yang akan dilakukan oleh BP3TKI Pontianak dalam waktu dekat di STIKES Yarsi.

BP3TKI Pontianak pada tahun ini turut berpatisipasi dalam Pameran Bursa Kerja 2019 yang berlangsung bulan Juli 2019 di Sambas dan bulan Agustus 2019 di Pontianak. Kegiatan ini juga dilakukan untuk sosialisasi penempatan dan pelindungan PMI serta peluang kerja di luar negeri, Banyak pencari kerja yang tertarik untk mengikuti program G to G Korea sektor manufaktur dan perikanan dan program G to G Jepang sektor kesehatan.

Dalam kegiatan ini, kami mendapatkan calon-calon pekerja migran yang berminat bekerja ke luar negeri. Kami juga mendata apa saja kiranya kompetensi yang mereka butuhkan untuk bekerja ke luar negeri seperti penguasaan Bahasa Korea. Dalam waktu dekat ini kami akan mengadakan penandatangan Perjanjian Kerja Sama dengan UPT Pusat Bahasa dan Teknologi Kota Pontianak/Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak. Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pelatihan Bahasa Korea bagi calon PMI yang berminat kerja di Korea Selatan.

Tak lupa di triwulan tiga tahun 2019 ini, BP3TKI Pontianak juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap lembaga penempatan PMI yang ada di wilayah Kalimantan Barat. Saat ini tercatat ada 13 Pelaksana Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang ada di wilayah Kalimantan Barat. Ke 13 P3MI itu terdiri dari satu kantor pusat yakni PT Arwana Citra Lestari dan 12 kantor cabang yaitu PT Mafan Samudra Jaya, PT. Maharani Tri Utama Mandiri, PT. Aad Pratama Karya, PT. Sukma Karya Sejati, PT. Abdillah Putra Tamala, PT. Pancamanah Utama, PT. Fajar Bella Bintang Rezki, PT. Mitra Sinergi Sukses, PT. Andalan Mitra Prestasi, PT. Dharma Karya Raharja, PT. Sukamulia Mandiri Agung dan PT. Brata Karya Indonesia. Selain itu ada dua P3MI yang hanya mempunyai ijin perekrutan di wilayah Kalimantan Barat yakni PT. Duta Putra Pembangunan dan PT. Binagala Mitra.

“Saat ini di Kalbar, P3MI yang ada hanya mempunyai job order disektor ladang, plywood, perdagangan dengan jumlah lowongan yang tersedia di wilayah Kalimantan Barat sebanyak 1.093 lowongan. Kedepannya saya ingin P3MI di Kalbar mempunyai job order dibidang hospitality,”tutup Erwin Rachmat.(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *