Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) Lepasliarkan Tiga Orangutan

oleh

 

Kapuas Hulu, BorneOneTV – Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) bekerjasama dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) telah melepasliarkan lagi orangutan sebanyak tiga individu berjenis Pongo Pygmaeus di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, tepatnya di Hutan Sungai Rongun di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Mendalam, Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (30/10/2019).

“Ketiga individu yang dilepasliarkan kali ini adalah 1 individu remaja betina bernama “Digo” dan 1 individu betina dewasa bernama “Putri Tanjung” beserta anaknya bernama “Liesjhe” yang telah dievaluasi dengan seksama baik dari sisi medis maupun dari aspek tingkahlakunya. Ketiga individu tersebut telah lulus seleksi di Sekolah Hutan Tembak milik YPOS dan memenuhi kondisi ideal  untuk menjalani tahap pelepasliaran.

Pelepasliaran kali ini merupakan pelepasliaran putaran ke lima di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun Sub DAS Mendalam. Mulai dari tahun 2017 sampai dengan pertengahan awal tahun 2019 kemarin sudah dilakukan pelepasliaran sebanyak 8 (delapan) individu, dengan pelepasliaran kali ini berarti jumlah Orangutan yang telah dilepasliarkan bertambah menjadi 11 (sebelas) individu. Kegiatan pelepasliaran ini merupakan upaya untuk meningkatkan jumlah populasi orangutan yang sudah terancam punah dan memperkuat perlindungan dan pengamanan kawasan di lokasi tempat pelepasliaran orangutan tersebut.

Kepala Balai Besar TNBKDS Ir. Arief Mahmud, M.Si menjelaskan bahwa peran orangutan merupakan fungsi penting ekosistem hutan yang keberadannya sudah terancam punah. “Orangutan sudah sangat terancam keberadaannya sehingga kita perlu bekerjasama antar stakeholder yang terkait untuk menjaga keberadaannya dengan cara sosialisasi, kampanye dan penyadartahuan kepada masyarakat luas agar pelestarian populasi dan habitat orangutan tetap terjaga,” kata Arief.

Pada Pelaksanaan kegiatan pelepasliaran ini dihadiri juga perwakilan dari BKSDA Kalimantan Barat, tokoh masyarakat yang berada di Sub DAS Mendalam dan rekan-rekan dari YPOS tentunya. [Egidius]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *