Wali Kota Singkawang Terima Sertifikat Untuk Pembangunan Bandara Singkawang

oleh

Pontianak ,BorneoneTV -Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menerima Sertifikat Lahan seluas 151,45 Ha yang akan diperuntukkan untuk pembangunan

Bandara di Kota Singkawang dari Kanwil BPN/ATR Kalbar dalam acara Sosialisasi Peraturan Pengandaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum di Hotel Mercure Pontianak, Senin (11/11).

Direktur Bina Pengadaan Tanah dan Penetapan Tanah Pemerintah Isman Hadi didampingi Sekretaris Dirjen Pengadaan Tanah Allen Saputra dan Kakanwil BPN Prov. Kalbar Ary Suwondo menyerahkan sertifikat Lahan Bandara kepada Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie.

Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie menjelaskan, bahwa sertifikat yang diterima itu diperuntukan bagi pembangunan Bandar Udara di Kota Singkawang.

“Secara keseluruhan sertifikat Pemkot Singkawang semuanya sudah selesai. Ini yang kita terima hari ini sertifikat untuk lapangan pesawat, luasnya mencapai 151,45 ha.” kata Tjhai Chui Mie.

Dikatakannya, dengan diterimanya Sertifikat dari BPN ini, maka proses pembangunan Bandara di Kota Singkawang akan segera di wujudkan.

Thjai Chui Mie menyatakan apresiasi kepada pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), dimana pihaknya berterima kasih atas kerjasama yang baik terselesaikannya masalah lahan yang diperuntukkan pembangunan bandara kurang lebih 151,45 Hektar, dengan diserahkannya Sertifikat Hak Guna Pakai.“Pwmbagian ini menambah kekuatan kita untuk pembangunan bandara,”jelasnya.

Menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Investasi yang ditawarkan pada pihak swasta untuk pembangunan proyek ini bernilai Rp4,3 triliun. Jumlah itu terbagi atas dua jenis, yakni modal pembangunan bandara sebanyak Rp1,7 triliun serta modal operasional senilai Rp2,6 triliun.

Kemudian, Progres Pembangunan Banda Udara Singkawang saat ini sedang menunggu  kepastian dilaksanakannya kunjungan calon Investor yang tertarik berinvestasi pada pembangunan Bandara Singkawang.

“Jadi yang disampaikan tim ke saya akhir November ini mereka set visit ke Kota Singkawang. Saat itu tim mengikuti Market Sounding Proyek Bandara Singkawang bersama para investor beberapa waktu lalu di  Kantor Badan Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta. Diperkirakan, satu setengah hingga 2 tahun tahapan tindak lanjut proyek pembangunan bandara tersebut bisa selesai,” ujarnya.

Terkait calon investor yang berniat menanamkam  modalnya untuk pembangunan bandara kurang lebih ada sekitar 40 calon investor. Dimana, diantara calon investor itu berasal dari luar negeri, seperti China, Singapura, Jepang bahkan Perancis. “Ada sekitar 40an calon investor ya, Cuma saya tidak hapal persis. Ada dari Jepang, Singapura, China gitu,” imbuhnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *