Mahkamah Agung Menangkan Ahli Waris BANI Soverign

oleh
Kuasa Hukum Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Sovereign, Anita Kolopaking menunjukkan dokumen Akta Pendirian Perkumpulan BANI No. 23 tanggal 14 Juni 2016, didampingi (dari kiri ke kanan) Ahli Waris BANI Arman Sidharta Tjitrosoebono dan Dewi Saraswati Permata Vitri saat konferensi pers putusan kasasi Mahkamah Agung soal pendirian BANI di Jakarta, Kamis (28/11/2019). Foto: BorneOneTV.com/Adang

Jakarta, BorneOneTV.com –  Ahli waris pendiri Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dari Keluarga Harjono Tjitrosoebono dan Priyatna Abdurrasyid akhirnya dapat bernapas lega. Pasalnya penantian panjang selama empat tahun dalam silang sengketa kepemilikan antara ahli waris dan pengurus BANI Mampang selesai setelah adanya eksekusi putusan yang berkekuatan hukum tetap (Inkracht). Ahli waris memenangkan putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA) terhadap pengurus BANI Mampang yang dipimpin Husseyn Umar dan Krisnawenda.

 

Kuasa Hukum ahli waris BANI Sovereign Anita Kolopaking, MA dalam putusan kasasi 20 Oktober 2019, mengabulkan gugatan pemohon (ahli waris pendiri BANI) dan menyebut tergugat (Husseyn Umar dkk) telah melakukan perbuatan melawan hukum. Putusan itu menguatkan ketukan palu hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Putusan kasasi pada tanggal 29 Oktober 2019 menolak permohonan banding kubu Husseyn Umar dkk. Dalam putusan Kasasi MA juga memutuskan menguatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang sebelumnya telah menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam perkara nomor 674/Pdt.G/2016/PN Jkt.Sel,” ucap Anita D. A Kolopaking kepada awak media di Kantor BANI Sovereign Plaza, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2019).

 

Lebih lanjut Anita mengatakan, kepengurusan para tergugat di BANI tidak sah dan tidak memiliki kedudukan hukum. Berkaitan dengan para pendiri yang telah meninggal dunia, maka peranannya akan diteruskan oleh ahli waris. Karena MA juga telah memutuskan untuk menghukum para tergugat, agar menyerahkan BANI kepada para penggugat selaku ahli waris beserta satu unit perkantoran dan isinya.

“Kubu Husseyn Umar dan kawan-kawan wajib menaati dan menghormati putusan nomor 674 yang telah inkracht. Apabila Husseyn Umar dan kawan-kawan tetap menjalankan fungsi kepengurusan di BANI, maka tindakan tersebut dapat diancam delik pidana,” ungkapnya.

Kuasa Hukum Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Sovereign, Anita Kolopaking didampingi (tengan) didampingi (dari kiri ke kanan) Sekjen BANI Sovereign, Trilegono Yanuar Ahmadi, Ahli Waris BANI Arman Sidharta Tjitrosoebono, Dewi Saraswati Permata Vitri dan Dewi Saraswati Permata Suri saat konferensi pers putusan kasasi Mahkamah Agung soal pendirian BANI di Jakarta, Kamis (28/11/2019). Foto: BorneONeTV/Adang

 

Menurutnya, pihak ahli waris pendiri BANI meminta kubu Husseyn Umar dan kawan-kawan untuk bersikap kooperatif. Terutama dalam proses penyerahan aset kepada para ahli waris.

 

Adapun para ahli waris yang dimaksud antara lain Arman Sidharta Tjitrosoebono, Arno Gautama Harjono, Arya Paramite, Nurul Mayafaiza Permita Leila, Sariswati Permata Vitri, Mounti Rigveda Putra, dan Dewi Saraswati Permata Suri.

 

Arman Sidharta Tjitrosoebono mewakili ahli waris lainnya menambahkan kedepan pihaknya akan segera mengadakan pertemuan dengan pihak BANI Mampang untuk membicarakan lebih lanjut mengenai kepengurusan BANI selanjutnya.

 

Ahli Waris BANI Arman Sidharta Tjitrosoebono. Foto: BorneOneTV.com/Adang

“Kita juga membuka pintu yang selebar-lebarnya untuk para Arbiter yang tergabung di BANI Mampang untuk bergabung bersama kita, dan menyelesaikan masalah sengketa yang telah diketahui bersama bahwa pihak pengurus BANI yang sah,” pungkas Arman. [Adang]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *