Gubernur Kalbar Buka Rakor MUI se-Kalbar

oleh

Pontianak, BorneOneTV.com – Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengatakan, radikalisme itu pemahaman orang saja, radikalisme itu tidak hanya di kaitkan dengan agama, dengan yang lain pun bisa dan tidak hanya dengan satu agama yang lain pun bisa.

“Sekarang tugas kita itu mencegah jangan sampai lahir hal-hal seperti itu,” kata H Sutarmidji, saat Membuka Rakor MUI se Kalbar dengan tema “Mendidik Kader Ulama untuk Membentuk Generasi Qurani” di Hotel Borneo Pontianak, Sabtu (30/11).

Supaya tidak terjadi seperti itu, kata Midji, tata kelola yang berkeadilan, berkeadilan dalam segala aspek tegakkan aturan untuk semua tidak ada boleh ada yang berat sebelah.
“Kalau ada tidak keadilan dalam aspek apa pun itu yang akan melahirkan radikalisme,” jelasnya.

Kemudian, dakwah juga harus menyejukan dan memberikan pemahaman kepada umat supaya lebih bisa bersikap bijak dalam segala hal.
“Bagusnya segala sesuatu itu di diskusikan dulu dengan para pakarnya dan di diskusikan dengan para ulama kalau itu berkaitan dengan agama bagaimana penjelasannya,” sambung Midji.

Program 5000 hafizd ini bertujuan salah satunya untuk memperbaiki bacaan imam shalat, sehingga semakin banyak jamaah yang datang memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah. .

Di masjid juga diharapkan bisa mengajak umat untuk memperbaiki bacaan diharapkan kedepannya bisa membawa umat menuju ke pemahaman agama yang lebih baik.

“Semakin hari semakin baik, itu harus di lakukan secara diskusi dan diskusi harus dengan orang yang paham,” tegasnya. [Lay]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *