Gubernur Kalbar Tantang Kepala Daerah Terkait Karhutla Untuk Di Cabut Izinnya.

oleh

Pontianak, BorneOneTV.com – Gubernur Kalbar H. Sutarmidji membuka Rapat Evaluasi Penangan Karhutla di Provinsi Kalbar, di Balai Petitih, Senin (2/12/2019).

Rapat yang dihadiri Bupati dan Wali Kota 14 Kabupaten/Kota di Kalbar dan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI. Doni Monardo ini, merupakan evaluasi penangan Karhutla yang terjadi sepanjang 2019.

Gubernur Kalbar H Sutarmidji mengungkapkan, dengan adanya rapat evaluasi tersebut sebagai bentuk konkrit pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kalbar agar kedepannya tidak terjadi lagi.
“Kegiatan ini merupakan evaluasi penangan Karhutla selama ini, nanti dari hasil evaluasi, kita akan membuat satu hal yang kongkrit penanganan Karhutla. Saya berharap kedepan ini tidak terjadi lagi dan perbaikan dalam penangan Karhutla,” ungkap H Sutarmidji.

Ia pun meminta seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah serta para perusahaan perkebunan yang ada, untuk mencengah terjadinya Karhutla setiap tahunnya itu.
“Dalam rapat ini kita tidak mencari siapa yang salah, namun dalam rapat evaluasi kita meminta ber sama-sama mencegah jangan sampai terjadi lagi Karhutla,” tuturnya.

Pada kegiatan tersebut, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji menyayangkan Bupati Ketapang yang tidak hadir langsung. Sebab sampai saat ini, kabupaten yang terkenal makanan ale-ale itu masih ditemukan titik api terbanyak.
“Daerah lain sudah tidak ada, tapi di Ketapang bisa ada 48 titik api. Saya sengaja tayangkan grafik titik api Kalbar di data analytic room supaya masyarakat bisa tahu daerah mana yang paling banyak titik api,” tegasnya.

Selain itu, dirinya pun sangat menyayangkan jika terjadi Karhutla posisi Gubernur selalu disalahkan, padahal yang memberi izin kebun adalah bupati dan wali kota, sedangkan pemberian izin penggunaan hutan itu Kementerian KLHK dan pemberian  izin konsensi tambang itu Kementerian ESDM.
“Jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan di daerah itu mereka (Bupati) mereka bersembunyi. Padahal kita (Gubernur_red) tidak ada beri izin. Tapi yang dimarahi sama Presiden itu Gubernur, Pangdam, Kapolda, Danrem,” ujarnya.
“Ketika disuruh cabut setelah terjadi kebakaran di lahan tersebut,  tidak juga mau dicabut. Apa masalahnya? Kalau saya pasti cabut, kalau tidak tak ada masalah sama mereka kenapa takut mereka yang salah ya kita cabut,” tegasnya. [Lay]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *