Akibat Banjir Warga Merogoh Kocek Tiga Puluh Ribu Untuk Menyeberangkan Kendaraannya

oleh

Mempawah ,BorneoneTV – Akibat banjir yang melanda kawasan akses proyek jembatan jalan penghubung antara dua Kecamatan, yakni perbatasan Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir dan Desa Sekabuk Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah belum terselesaikan. Sehingga jembatan tersebut menyebabkan aktifitas warga terganggu.

Dimana setiap masyarakat yang ingin melewati dilokasi tersebut bagi pengendara roda dua terpaksa harus meminta warga sekitar untuk memikul kendaraan beramai-ramai dengan menggunakan kayu bulat sebesar pergelangan tangan. Setiap sepeda motor dipikul sebanyak empat orang.

Untuk meminta warga setempat memikul sepeda motor, pengendara harus membayar biaya jasa pikul sekali lewat Rp. 30 ribu, jika pulang pergi maka pengendara harus membayar upah sebesar Rp 60 ribu.

Muhammad Rais, satu diantara warga Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur yang sedang melintas mengaku telah pulang pergi melewati jalan tersebut selama hampir satu bulan lamanya.

“Setiap hari lewat ya terpaksa motor di pikul dengan kayu, sekali menyebrang bayar Rp 30 ribu. Setiap hari saya pulang-pergi Rp. 60 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, warga Desa Sekabuk, Nadi mengatakan, banjir di lokasi tersebut tak kunjung surut. Namun, bagi dia banjir mampu menambah penghasilan ekonomi keluarga. Sebab selama banjir melanda lokasi perbatasan tersebut, tidak sedikit masyarakat yang memanfaatkan jasanya.

“Saya bersama kawan-kawan disini setiap hari menolong warga yang ingin melintas, sekali lewat bayar Rp. 30 ribu, jujur saja ini menambah penghasilan kami juga,” ucapnya. (yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *