Dukung Terwujudnya Desa Mandiri, Polres Sekadau Bina FKPM dan Tokoh Masyarakat

oleh
Kapolres Sekadau, AKBP. Marupa Sagala, saat Pembinaan Peningkatan Kemampuan (Binkatpuan) kepada Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) dan Tokoh Masyarakat di hotel Vinca Borneo, Jalan mawar Sekadau, Kamis (12/12). Istimewa.

Sekadau, BorneOneTV.com – Polres Sekadau melakasanakan Pembinaan Peningkatan Kemampuan (Binkatpuan) kepada  Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) dan Tokoh Masyarakat di hotel Vinca Borneo, Jalan mawar Sekadau, Kamis (12/12). Pembinaan ini untuk mendukung terwujudnya Desa Mandiri di Wilayah Kalimantan Barat.

Kapolres Sekadau, AKBP. Marupa Sagala mengatakan, pembinaan tersebut penting dilakukan mengingat peran FKPM dan para tokoh masyarakat sangat diperlukan sebagai mitra polri dalam mewujudkan Kamtibmas di Kalbar.

“Polri harus berkerja sesuai dengan perannya yang secara langsung bersinggungan dengan masyarakat. Polri juga dituntut untuk mampu berkerjasama dengan masyarakat untuk menjaga ketertiban, ketentraman serta norma yang hidup di lingkungan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Marupa, untuk mendukung persiapan pembentukan desa mandiri yang menjadi program unggulan Gubernur Kalbar,  sangat diperlukan rasa aman dan nyaman di masyarakat. Desa mandiri adalah desa yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan tidak semata-mata hanya memerlukan bantuan, tetapi mampu mengatur potensi yang ada di desanya.

“Untuk menjadi desa mandiri ada 3 indeks. Yaitu, indeks ketahanan pangan sosial, indeks ketahanan ekonomi, indeks ketahanan ekologi. Dari 3 indeks tersebut ada 50 indikator yang didalamnya terdapat bagian tugas pokok Polri yaitu berkaitan dengan bidang keamanan,” ucapnya.

Marupa mengatakan, upaya polri  mewujudkan desa mandiri adalah dalam indeks ketahanan sosial, khususnya aspek keamanan. Polri terus berupaya mendorong masyarakat seperti membangun pos kamling, menggerakkan siskamling, mengaktifkan peran FKPM, lembaga adat, membangun sinergitas Polri dengan perangkat desa dalam kebersamaan penyelesaian masalah-masalah sosial.

Marupa menambahkan, meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dapat mencegah  pelanggaran di wilayah kelurahan atau desa. Sehingga, permasalahan atau konflik yang muncul di masyarakat dapat diselesaikan secara kekeluargaan oleh FKPM dan tidak meluas menjadi konflik berkepanjangan.  Untuk itu, FKPM dan tokoh masyarakat harus berperan aktif agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan situasi yang dapat mengganggu ketentraman.

“Dilaksanakannya Binkatpuan FKPM, lembaga adat dan tokoh masyarakat ini saya berharap agar kita semua dapat meningkatkan sinergitas dan soliditas dalam menjaga keamanan di dalam masyarakat, guna mendukung terbentuknya desa-desa Mandiri yang muaranya akan memberikan kontribusi terhadap terciptanya situasi yang aman di wilayah Kalbar,” pungkasnya. (Krisantus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *