Kondisi Listrik di Ketapang, Ini Penjelasan PLN

oleh
Susana audiensi AJK dengan PLN UP3 Ketapang, Senin (13/1). Istimewa

Ketapang, BorneOneTV.com – Aliansi Jurnalis Ketapang (AJK) audiensi ke PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ketapang, Senin (13/1). Audiensi ini untuk meminta penjelasan kepada PLN soal seringnya pemadaman bergilir.

Manager PLN UP3 Ketapang, Wilfrid Siregar menyatakan, akan terus berupaya mengatasi pemadaman listrik yang dikeluhkan masyarakat. Soal pemadaman total beberapa hari belakang disebabkan defisit daya akibat gangguan pada mesin. Mengenai kondisi daya kelistrikan, Wilfrid menjelaskan,  saat ini total daya sistem Ketapang yakni Daya Mampu Nominal (DMN) 37.050 KW dengan beban puncak 28.600 KW. Katanya, kondisi ini dalam status siaga karena dikhawatirkan terjadinya kerusakan mesin.  “Masih dalam status siaga. Artinya meskipun ada suprplus daya, namun ketika ada gangguan atau kerusakan pada mesin misalkan PLTU 1 Sukabangun dengan daya 10.000 kw tentu akhirnya terjadi defisit dan dilakukan pemadaman,” jelas Wilfrid.

Kata Wilfrid, PLN  juga berusaha  semaksimal mungkin mengurangi gangguan. Bahkan, saat ini PLN  masih menunggu hasil ujicoba PLTU Tembilok, di Sungai Awan berkapasitas 2×6 MW. Nantinya, jika  dinyatakan siap, maka akan dilakukan COD transaksi penjualan energi kepada PLN.  “Pada Januari 2020, ketika hasil ujicoba berjalan dengan baik maka DMN sistem Ketapang menjadi 49.050 KW dan terdapat surplus daya ketika beban puncak. Kondisi itu tentu masuk status aman meskipun gangguan masih terjadi di salah satu PLTU Sukabangun, dengan surplus memungkinkan pemadaman tidak harus terjadi,” tuturnya.

Soal zero pemadaman seperti yang diharapkan, Wilfid tidak bisa memastikan. Alasannya, sewaktu-waktu ada pemeliharaan jaringan ataupun gangguan teknis lain. “Untuk zero pemadaman kita belum bisa pastikan. Namun kita akan terus berupaya mengurangi gangguan dan pemadaman yang ada,” tutupnya. (BorneOneTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *