Penyelundupan Puluhan Satwa Dilindungi Digagalkan KAL Lemukutan

oleh
Konfrensi pers penggagalan penyelundupan satwa dilindungi di Dermaga Satrol Mako Lantamal XII Pontianak, Rabu (15/1). Istimewa

Pontianak, BorneOneTV.com – Kapal Angkatan Laut (KAL) Lemukutan Lantamal XII Pontianak menggagalkan upaya penyelundupan puluhan satwa dilindungi, Rabu pagi (15/1). Satwa itu diamankan dari KM Bahari 11 di  saat sedang berlayar diperairan Sungai Kapuas.

Danlantamal XII, Laksma TNI Agus Hariadi  mengatakan, penggalan upaya penyelundupan itu bermula informasi masyarakat. Agus menuturkan, unsur KAL Lemukutan melaksanakan pemeriksaan terhadap  KM Bahari 11 pada pukul  09.00 WIB sesuai dengan prosedur. “Kami menemukan satu muatan yang tidak terdaftar, tidak ada dimanifest dan ini ternyata merupakan satwa yang sebagian besar dilindungi ataupun bahkan dilarang untuk diperjualbelikan,” ujar Agus saat konfrensi pers di Dermaga Satrol Mako Lantamal XII Pontianak, kemarin.

Satwa dilindungi yang diamankan  diantaranya 7 ekor  burung kakak tua jambul kuning, 4 ekor burung kakak tua jambul merah, 1 ekor burung nuri hijau, 4 ekor  burung nuri hitam kecil, 1 ekor anak kanguru, 1 ekor ular sanca kuning, 8 ekor ular warna biru, 27 ekor kadal lidah hijau,  13 ekor  anak kura-kura, 1 ekor  anjing jenis husky dan 1 ekor anjing jenis chihuahua.

Penyelundupan satwa dilindungi ini melanggar Pasal 21 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, juga melanggar undang-undang nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan ikan dan tumbuhan dan demikian pula ini melanggar juga Pasal 21 ayat 2, bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap melukai membunuh menyimpan memiliki memelihara mengangkut dan memperagakan satwa yang dilindungi  dalam keadaan hidup. “Kita akan menyerahkan kepada penyidik yang berwenang,” ujarnya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta menyampaikan  konservasi tumbuhan satwa liar itu memang urusannya di rumahnya ada di Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. Pada kesemapatan itu ia berterimakasih kepada TNI Angkatan Laut Lantamal XII Pontianak yang ikut peduli terhadap konservasi tumbuhan satwa liar. “Kami tidak punya kemampuan untuk beroperasi di perairan, sekali lagi terima kasih kepada kawan-kawan di Lantamal atas ikut pedulinya semoga ke depannya tidak bosan-bosan  membantu kami,” ucap Sadtata.

Sadtata menambahkan, BKSDA perlu waktu untuk mengidentifikasi secara spesifik jenis dan asal  satwa yang dilindungi ini. “Kami punya kewajiban untuk mengembalikan ke tempat asalnya biar tidak salah mengembalikannya, maka kita perlu waktu untuk mengidentifikasi jenis spesiesnya apa harus kembali ke mana,” jelasnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *