Pasar Rakyat Bahagia Resmi Beroperasi

oleh
Peresmian Pasar Rakyat Bahagia di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Selasa (21/1). Istimewa

Kubu Raya, BorneOneTV.com – Selasa (21/1), Pasar Rakyat Bahagia di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, resmi difungsikan. Peresmian pasar ditandai dengan pengguntingan pita oleh Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam didampingi Camat Sungai Raya Suhari dan Kepala Desa Kuala Dua Abbas.

Pasar Rakyat Bahagia merupakan hasil revitalisasi pasar rakyat Kuala Dua di Dusun Keramat I yang kerap disebut Pasar Keramat. Pasar Rakyat Bahagia dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan RI.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya, Norasari Arani menjelaskan, Pasar Rakyat Bahagia memiliki 10 kios dan 48 lapak berukuran besar. Setiap lapak dapat diisi dua pedagang. “Jadi hari ini ada 103 pedagang yang sudah cabut undi menempati pasar ini. Dan Satuan Polisi Pamong Praja dalam minggu ini masih melakukan patroli untuk menertibkan pedagang-pedagang yang berada di tepi jalan raya. Jadi mudah-mudahan tidak ada lagi nantinya konsumen yang berbelanja di pinggiran jalan,” tutur Nora seusai peresmian.

Lanjut Nora, setelah diresmikan, tahun ini juga pemerintah daerah akan langsung melakukan pengembangan pasar tersebut. Yakni penambahan tempat untuk sekitar 100 pedagang lagi.  “Karena kita juga akan memindahkan pasar yang di tepi sungai yang tanahnya hampir longsor itu. Jadi semua pedagang nanti masuk ke dalam,” ujarnya.

Nora menuturkan, sebelum Pasar Rakyat Bahagia difungsikan, banyak pedagang berjualan di pinggir dan di tikungan jalan. Hal itu sangat membahayakan keselamatan, juga mengganggu ketertiban lalu lintas. “Sehingga ini sangat membahayakan keselamatan pedagang juga. Selain tentu mengganggu aktivitas masyarakat pemakai jalan,” katanya.

Difungsikannya pasar tersebut, tambah Nora, kekompakan para pedagang merupakan hal yang sangat penting. Menurutnya, jika pedagang kompak, maka efektivitas keberadaan bangunan pasar akan terasa. “Yakinlah bahwa pasar itu pertemuan antara pembeli dan penjual. Jadi kalau pedagang kompak, konsumen sepanjang dia butuh pasti akan mencari untuk berbelanja. Kenapa kuncinya kompak? Karena kalau tidak kompak, sebagian masuk dan sebagian di luar, konsumen akan terpecah. Dia ngambil yang enak saja di tepi jalan,” lugasnya.

Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam menyebut, Pasar Rakyat Bahagia merupakan program pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Yusran pun berharap keberadaan pasar itu dimanfaatkan sebaik-baiknya.  “Kita juga berharap pasar ini bisa menarik pedagang-pedagang yang ada di pinggir-pinggir jalan untuk bisa masuk. Memang kapasitas masih terbatas. Tapi kita terus berupaya untuk mengembangkan sehingga tidak ada lagi pedagang yang tumpah di pinggir jalan,” tuturnya.

Secara terpisah, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan, lalu lintas di  Desa Kuala Dua kian ramai. Muda menilai, Desa Kuala Dua berkembang sangat pesat. Bahkan, seperti saat Ramadan, jalan raya sangat. ”Kita lihat saja kalau sudah memasuki Ramadan, di Parit Jepang sudah tidak bisa lewat. Sudah macet total. Jadi kalau untuk orang datang ke pasar, itu kita tidak usah khawatir,” ucapnya.

Melihat kondisi itu,  menurut Muda jalan harus dilebarkan supaya lalu lintas menjadi lancar.  “Maka rencana pelebaran jalur tidak bisa kita elakkan. Dan Pak Gubernur sudah setuju. Baik di Kuala Dua maupun jalur ke Rasau.  Artinya apa? Semuanya memang suka tidak suka karena menyangkut soal ketertiban dan keselamatan juga,” pungkasnya. (Dd/Is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *