Bupati dan Wakil Bupati Sekadau Deklarasi ODF di Desa Tapang Perodah

oleh
Bupati Sekadau, Rupinus dan Wakil Bupati Sekadau, Aloysius beserta Anggota DPRD Kabupaten Sekadau foto bersama dengan penerima piagam penghargaan ODF, Kamis (30/1) Istimewa

Sekadau, BorneOneTV.com – Bupati Sekadau, Rupinus dan Wakil Bupati Sekadau, Aloysius beserta anggota DPRD, Paulus Subarno menghadiri deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan di Desa Tapang Perodah, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kamis (30/1).

Dalam sambutannya, Rupinus menjelaskan, sanitasi atau kesehatan lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi derajat hidup masyarakat. Kesehatan lingkungan identik dengan penyediaan air bersih, jamban keluarga, sarana pengelolaan sampah dan sarana pembangunan air limbah. “Apabila didukung dengan perilaku hidup bersih dan sehat akan mampu mencegah terjadinya penyakit diare, demam berdarah, kecacingan,” tuturnya.

Kata Rupinus, sampai saat ini permasalahan terbesar sanitasi adalah penyediaan air bersih dan pengelolaan limbah serta masih ada sebagian masyarakat yang terbiasa melakukan buang air besar sembarangan. Hal tersebut tentu saja sangat membahayakan baik bagi kesehatan lingkungan maupun kesehatan manusia itu sendiri. “Pemerintah telah menetapkan kebijakan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dengan 5 pilar, diantaranya, stop buang air besar sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan rumah tangga yang aman, Mengelola sampah rumah tangga dengan aman dan Mengelola limbah cair rumah tangga,” paparnya.

Rupinus menambahkan, STBM yang dicanangkan sejak tahun 2008 merupakan kebijakan strategi nasional yang tujuannya untuk memberi arahan baru pada sektor sanitasi sekaligus mendorong percepatan pencapaian sustainable development goals (SDG’S). “Kebijakan tersebut sudah dikuatkan menjadi Permenkes nomor 3 tahun 2014 tentang sanitasi total berbasis masyarakat sesuai dengan arah kebijakan pemerintah yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019  di bidang Ampel yaitu 100-0-100 yaitu 100 persen masyarakat mengakses air bersih 0 persen kawasan kumuh perkotaan dan 100 persen akses sanitasi jamban layak,”  jelasnya.

Lanjut Rupinus, kebijakan STBM ini juga menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Sekadau dan komitmen tersebut dituangkan dalam peraturan bupati Sekadau nomor 51 tahun 2017 tentang gerakan pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat dalam STBM. Tujuan yang ingin dicapai dari STBM adalah terwujudnya kondisi sanitasi total melalui pemberdayaan masyarakat. Dimana seluruh komponen masyarakat mampu melaksanakan lima pilar STBM. Yaitu desa STBM dan mendukung tercapainya Desa mandiri. “Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan dukungan dan partisipasi dari lintas sektor terkait,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Rupinus mengungkapkan rasa bangganya kepada masyarakat dan aparat pemerintah lantaran menjadi desa kedua yang mendeklarasikan ODF di Kecamatan Sekadau Hulu. “Keberhasilan Desa Tapang Perodah dalam mewujudkan Desa ODF tidak terlepas dari dukungan program Pamsimas sehingga perubahan perilaku higiene dan sanitasi masyarakat didukung dengan tersedianya infrastruktur air minum yang berkelanjutan,” tutupnya. (Krisantus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *