Pesan Wakil BUpati Kayong Utara :Nasabah Koperasi Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) Agar Tenang

oleh
Wakil bupati Bersam Forkominda Melakukan konferensi pers

Sukadana,BorneoneTv.Com– Wakil Bupati Kayong Utara, Effendi Ahmad ,Sabtu pagi ,(1/02 ) menghimbau agar masyarakat Kabupaten Kayong tetap tenang  terutama nasabah  Koperasi Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM)   dikarenakan  saat ini pemerintah daerah bersama Forkominda Kayong Utara telah membuat langkah – langkah untuk mengatasi koperasi bermasalah tersebut.

“Pertama, dilakukan proses penyidikan terhadap Direktur/ Ketua pengawasan KSM atas nama PW, sekaligus dilakukan pendekatan dan penyuluhan kepada masyarakat oleh Polres Kayong Utara. Melakukan upaya pembukuan operasional koperasi KSM di Kayong Utara. Melakukan upaya audit terhadap kegiatan KSM oleh inspektorat Kabupaten Kayong Utara. Pembentukan satgas- koordinas supervisi dan pencegahan (KORSUBGAH). Melakukan pemantauan terhadap usaha- usaha sejenis yang berkaitan dengan penghimpunan dana masyarakat,”kata Wakil Bupati Kayong Efendi Ahmad saat konferensi pers di Kantor Bupati, (1/02)  .

Menurutnya, dirinya sempat didatangi oleh beberapa orang untuk diminta menjadi dewan pembina dari Borneo Sentral Mandiri (BSM) yang ternyata direktur utamanya istri dari  koperasi bermasalah KSM tersebut.

” Tanggal 25 Januari 2020 saya meresmikan BSM, tanggal 27 januari 2020 timbul masalah di KSM dan belum sempat beroperasi. Walaupun  ketua dari BSM ini merupakan istri dari dewan pembina KSM,”kata dia.

Kepolisian  tetapkan Direktur atau Dewan Pengawas koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) berinisial PW sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dana nasabah yang mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan pihak Polres Kayong Utara sudah meminta keterangan kepada belasan saksi yang terlibat pada koperasi KSM Teluk Menalo ini. Hingga saat ini Kapolres mengaku bahwa pihaknya sedang melakukan pengembangan terhadap informasi yang diberikan para saksi dan tersangka.

“setelah hasil gelar perkara tanggal 29 yang berangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka per tanggal 30. Kita sudah mulai memeriksa 14 saksi dan kita juga sudah mengamankan beberapa barang bukti, bukti trasnfer dan sebagainya dan kita akan terus kembangkan aliran dana dari yang bersangkutan.,”terang Kapolres, AKBP Asep Irpan Rosadi.

Untuk dana yang disetorkan per nasabah diakui Kapolres berkisaran angka 1,5 juta rupiah, bila di totalkan jumlah nasabah yang ada di Teluk Melanau yang ada tidak menutup kemungkinan uang nasabah yang ada di koperasi tersebut mencapai miliaran rupiah, namun dirinya belum dapat menyimpulkan secara pasti nominal angka milik nasabah Kecamatan Teluk Melanau yang di gelapkan pihak Koperasi KSM.

“kalau dari keterangan beberapa saksi yang kita kumpulkan berkisaran 800 juta hingga 1 miliaran lebih, karena awalnya mereka menyimpan simpanan pokok 1,5 juta dan korban yang kami data sekitar 1.400 orang,”tuturnya.

Beradasarkan informasi yang dihimpun, koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) memiliki beberapa kantor unit yang tersebar dibeberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang. Untuk di Kayong Utara saja, koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri ada di Kecamatan Teluk Batang, Teras Pulau Maya, Unit Melanau 2. Untuk di Kabupaten Ketapang, ada unit Sungai Kelik, Sandai, Simpang Dua, Sungai Laur, Nanga Tayap, Tumbang Titi, Sungai Melayu, Jelai Hulu, Air Upas, Marau dan Manis Mata.

“itu hanya unit melano 2, kita bisa melihat berapa  jumlah anggota dari koperasi tersebut, dari situlah kita lihat dan ini sedang terus kita lidik, dan sementara hanya di Teluk Melanau dulu karena yang melapor baru disitu (KSM Teluk Melanau), nanti baru kita menyebar, baru bisa kita simpulkan,” ungkapnya.

Terkait kegelisahan masyarakat yang menjadi nasabah di koperasi Syariah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM), AKBP Asep Irpan Rosadi meminta masyarakat tenang dan bersabar, karena saat ini diakui Kapolres, pihaknya sudah melakukan tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku.

 “kami sudah berbuat, tersangka sudah di tahan, sudah menjadi tersangka. Tidak perlu ada yang dibingungkan kami sedang berjalan, safari, maraton kurang lebih 5 desa 2 Kecamatan, kami sampaikan kepada masyarakat untuk percayakan  kepada aparat dalam hal ini. Jangan bertanya sana sini, apa lagi infonya tidak valid, atau hoax, fitnah, percayakan prosesnya kepada kami,”pesannya.(rizal )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *