KBTP Akan Evaluasi Cara Bakar Naga

oleh
Hendry Pangestu Lim didampingi Yo Nguan Cua, Bong Dji Sen dan Adi Jap menyerahkan bantuan. Istimewa

Pontianak, BorneOneTV.com – Ritual bakar naga di Tempat Pemakaman YBS, Minggu (9/2) kemarin alami insiden. Pemain naga mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami sangat prihatin dengan insiden pemain naga terbakar,” ucap Sekretaris Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak (KBTP), Bong Dji Sen saat ditemui di Sekretariat Matakin Kalbar, Senin (10/2).

Bong Dji Sen mengatakan, adanya kejadian tersebut KBTP akan mengevaluasi tentang cara pembakaran naga. “Kedepannya kita akan lihat cara terbaik dalam proses ritual pembakaran Naga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KBTP, Hendry Pangestu Lim juga menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. “Kita berdoa, semoga pasien ini cepat sembuh,” ucap Hendry saat menjenguk Agung.

Hendry berharap, ke depan prosesi ritual pembakaran naga tidak akan terjadi hal-hal seperti ini.  “Panitia melarang keras, tidak boleh lagi pakai bensin saat membakar naga,” pesannya.

Karena bahan yang dipakai dalam membuat naga terbuat kain, rotan dan bambu mudah terbakar, kata Hendry cukup dibakar saja, jangan pakai minyak tanah atau bensin. “Kalau dibakar, pasti nyala apinya. Kita melarang keras gunakan minyak tanah atau bensin,” pesannya lagi.

Hendry juga meminta Perkumpulan/Yayasan yang memiliki Naga untuk bersama-sama dalam menjaga dan mengantisipasi bersama agar hal serupa tidak terulang kembali.

Hendry didampingi Ketua Dewan Pembina Panitia Naga Pontianak Yo Nguan Cua, Sekretaris KBTP, Bong Djie Sen, Sim Kiang Kok, Adi Yap dan sekaligus memberikan bantuan untuk meringankan beban Agung Fajaray. “Kita serahkan bantuan ini untuk membantu meringankan beban pasien,” ucapnya.

Agung Fajaray (25) yang mengalami luka bakar menuturkan, dirinya berusaha meminta masyarakat yang hendak menonton proses pembakaran naga agar dapat menjauh. Namun tidak disangka, saat hendak meminta masyarakat menjauh, tiba-tiba api menyambarnya.

Saat itu, ia mencoba menyelamatkan diri sambil meminta bantuan medis sebelum dirujuk di RSU Kharitas Bhakti. “Saya sedang siram minyak untuk bakar naga, tiba-tiba api menyambar,” kata Agung saat ditemui di RSU Kharitas Bhakti. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *