Paolus Hadi: Gereja Dibangun untuk Penguatan Iman

oleh
Bupati Sanggau, Paolus Hadi dan Uskup Sanggau, Mgr. Giulio Mencuccini, C.P foto bersama dengan umat Gereja Katolik Santo Yohanes Paulus II, Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Minggu (9/2). Istimewa

Sanggau, BorneOneTV.com – Peresmian dan pemberkatan Gereja Santo Yohanes Paulus II di Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau disambut luar biasa oleh umat Katolik setempat, Minggu pagi (9/2).

Bangunan gereja penuh, bahkan di luar bangunan juga ramai umat yang mengikuti prosesi peresmian dan pemberkatan serta Misa Ekaristi bersama.

Ketua Panitia pembangunan, Petrus Lian dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah terlibat dalam pembangunan gereja tersebut. “Ucapan terima kasih kami kepada Pak Wijaya Tanadi, kerena berkat beliau kami mendapat lokasi untuk membangun gereja ini yang telah bekerja sama dengan pihak Keuskupan, Paroki dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau,” ujar Petrus.

Menurut Petrus, perkembangan umat Katolik di Stasi Santo Yohanes Paulus II Lubuk Sabuk sangat pesat. Bangunan gereja lama sudah tidak mampu menampung  umat. Maka, atas dasar itulah umat berupaya untuk membangun gereja yang lebih besar.

Bekerja sama dengan Keuskupan Sanggau, akhirnya niat untuk membangun gereja tersebut bisa terealisasi, dengan pembagian anggaran 60% dari Keuskupan Sanggau dan 40% dari swadaya umat.

Petrus menuturkan, peletakan batu pertama dilaksanakan pada 25 Oktober 2018 lalu, dana yang tekumpul dari swadaya umat sebesar Rp 404.061.000. Proses pembangunan memakan waktu selama 8 bulan dengan ukuran bangunan 12 x 48 meter. “Tidak lupa kami sampaikan bahwa pembangunan gereja ini dibantu dari pihak Pemerintah Kabupaten Sanggau berupa dana hibah senilai Rp 125.000.000, Pak Wijaya Tanadi selain hibah lokasi juga uang Rp 50.000.000 serta para donatur lainnya,” tambahnya.

Uskup Sanggau, Mgr. Giulio Mencuccini, C.P dalam sambutannya mengatakan, terbangunnya gereja hingga dapat diresmikan dan diberkati, ini patut disyukuri. Sebab, pembangunan gereja di Stasi itu merupakan bukti bahwa Tuhan hadir di tengah umatnya dan gereja ini adalah bukti fisik yang nyata kepada siapa saja bahwa umat di Stasi ini mencintai Tuhan. “Saya berharap setiap hari minggu gereja ini harus penuh umat berdoa,” ucap Uskup.

Uskup menambahkan bahwa, gereja ini adalah yang ke 902 diresmikan sejak dirinya menjadi Uskup 29 tahun silam. Pertemuan para Uskup dan para Pastor yang disebut Dewan Imam, menyusun program Keuskupan untuk mendirikan gereja di setiap kampung. Dan ini terealisasi sampai saat ini. “Ini tidak lepas dari peran kerjasama antar umat, Pemerintah dan Keuskupan,” katanya.

Bupati Sanggau, Paolus Hadi pada kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa, gereja yang dibangun adalah untuk penguatan iman. “Mudah-mudahan dengan adanya gereja megah di Lubuk Sabuk ini, akan ada seorang Pastor maupun Suster yang berasal dari wilayah ini. Karena banyak yang akan dipanen, tetapi penuainya sedikit,” ujarnya.

Paolus Hadi mengajak masyarakat, peran serta orang tua agar menyekolahkan anaknya. Anak harus sekolah, karena untuk menghadapi tantangan hidup di era modern ini, SDM juga harus maju. “Anak-anak jangan sampai putus sekolah karena data yang ada menyebutkan potensi anak putus sekolah itu lebih banyak di daerah yang jauh dari kota kecamatan atau kota kabupaten,” tuturnya.

Terkait program KB (Keluarga Berencana) yang sedang digalakan oleh pemerintah. Paolus Hadi menjelaskan, program tersebut bukan berarti keluarga hanya boleh memiliki dua anak, tetapi yang ditekankan adalah mengatur dan mengelola dengan cara baik. “Memiliki anak lebih dari 2 boleh, tetapi diatur jarak sang istri dalam melahirkannya, disamping itu juga perhatikan mengenai kesehatan keluarga, ekonomi keluarga dan pendidikan anak-anaknya,” jelasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sanggau Susana Harpena dan Leonardo, Hendrikus Hengki, Kadis Kominfo Kabupaten Sanggau Yulia Theresia, Kadis Perhubungan Anselmus, Asisten I  Yakobus, Kasat Pol PP Viktorianus, Ketua TP PKK Kabupaten Sanggau Arita Apolina, Kepala DPM-Pemdes Siron, Camat Sekayam Mangaranap Siahaan, Danramil dan Kapolsek Sekayam, Pastor Paroki Pastor Philipus Doel, O.F.M. Cap serta tamu undangan lainnya. (bry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *