Penutupan Cap Go Meh 2020 Kota Pemangkat, Merajut Kebhinekaan lewat Budaya Nusantara

oleh

Sambas, Borneonetv.com – Pembimbing Masyarakat Buddha (bimasbuddha) Kanwil Kemenag Prov. Kalbar Kalimantan Barat , Naryoto menutup rangkaian kegiatan Perayaan Cap Go Meh (CGM) 2020 Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kegiatan dipusatkan di Jalan Moh Hambal Pemangkat , Minggu (9/2/2020) malam.

Naryoto Mengapresiasi Panitia Cap Go Meh (CGM) 2020 Tri Dharma Pemangkat, telah sukses menyelenggarakan festival, Pentas seni, Parade Tatung, menampilkan budaya – budaya Nusantara dan ia berharap agar budaya warisan dari nenek Moyang / leluhur kita bisa terjaga kelestarian nya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Komandan Kompi (Kapten Yudo) , Kapolsek Pemangkat, (Kompol Bagio E) , Camat Pemangkat, (Slamet Riyadi) , Danramil Pemangkat, Komandan Pos Pengamat TNI AL (Posmat) Pemangkat, Forkopimda, OPD, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sambas (Topitri) , Para Donatur Acara CGM Pemangkat 2020 .

Ribuan masyarakat Kota Pemangkat menyaksikan rangkaian acara tersebut, yang dimeriahkan oleh artis dari semarang (Hellen Huang) , Tarian Multi Etnis yang dikemas dalam budaya Nusantara, Tarian anak – anak Milenial.

Ketua Panitia Cap Go Meh 2020 Kota Pemangkat, Atong (Siet Cin Cung) , Mengucapkan Terima kasih Kepada Kapolda Kalbar, lewat polsek dan polres, Pangdam XII Tanjung Pura, lewat Kodim dan Danramil, Gubernur Kalbar, lewat Bupati Kabupaten Sambas, Instansi maupun institusi Terkait, para Donatur, Forkopicam Pemangkat, Penasihat , tokoh agama, tokoh masyarakat, kepada masyarakat Kota Pemangkat yang telah mendukung Kegiatan Cap Go Meh 2020 Kota Pemangkat, Minggu, (9/2/2020) malam.

Atong menyampaikan permohonan maaf kepada semua lapisan masyarakat kota Pemangkat, baik terdampak positif maupun Negatif. Panitia dan Pemerintah Kabupaten Sambas tidak ada maksud lain, melainkan hanya melestarikan budaya Cap Go Meh, mengemas Cap Go Meh sedemikian menarik lewat parade budaya Cap Go Meh, untuk merajut kebhinekaan menuju Kota Pemangkat berbudaya, dan menarik kunjungan wisatawan, baik dari dalam, maupun dari luar Negeri, Ujar Atong.

Dedi Anggara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *