Sasar Kaum Hawa, Penjambret di Singkawang Diringkus Polisi

oleh
Polres Singkawang saat rilis pengungkapan kasus jambret, Rabu (12/2). Istimewa

Singkawang, BorneOneTV.com – Menjambret di sejumlah lokasi di Kota Singkawang, AK akhirnya diringkus polisi di Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, kemarin.

Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo melalui Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Tri Prasetiyo saat memberikan keterangan pers, Rabu (12/2) menuturkan AK diamankan anggota Satreskrim Polres Singkawang dan Bengkayang.

“Dari interogasi petugas kepada tersangka, bahwa barang-barang yang dirampas adalah rata-rata handphone, yang mana barang rampasan ini dijual dengan harga yang tidak wajar kepada seorang pria berinisial YN,” ungkap Tri. Mendapat informasi itu, anggota Satreskrim Polres Singkawang langsung mengamankan YN yang sedang berada di rumahnya.

Tri menambahkan, lantaran berupaya melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas, AK diberi hadiah timah panas ke kaki kanannya. Tri menjelaskan, tindakan tegas dan terukur itu guna menyelamatkan AK dan petugas yang sedang bersitegang. “Saat ditangkap, tersangka berusaha mau melarikan diri, kemudian dikejar oleh petugas dan tersangka juga berupaya mau melawan, hingga seketika itu pula anggota memberikan tindakan tegas dan terukur di bagian kaki kanannya,” kata Tri

Secara keseluruhan, kata Tri, pencurian dengan kekerasan (curas) yang dilakukan AK ada  lima laporan yang disampaikan korban ke Mapolres Singkawang. Ditambah satu laporan polisi dari Polsek, sehingga totalnya ada enam laporan polisi. “Tetapi hasil dari interogasi, bahwa yang bersangkutan sudah melakukannya lebih dari 6 kali,” ucap Tri.

Lanjut Tri, menurut pengakuan AK, aksi kejahatannya diawali dengan patroli menggunakan sepeda motor. “Ketika dia melihat ada barang korban yang bisa diambil atau dijambret maka pada saat itu pula dia lakukan,” jelasnya.

Kemudian, sebagaian besar korban adalah wanita. Atas perbuatannya, tersangka AK akan dikenakan Pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun. Sedangkan tersangka YN akan pihaknya kenakan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun penjara. “Kita akan terus melakukan pengembangan terhadap tersangka, karena diduga ada keterlibatan pihak-pihak lain selain tersangka,” tutup Tri.

Sementara itu, AK mengaku uang hasil jambret digunakannya untuk berjudi. “Mungkin lebih dari 10 TKP saya melakukannya,” ucapnya. (Tim BorneOneTV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *