Terancam Gagal Wisuda Dikarenakan ditipu Koperasi Berkedok Syariah

oleh

Sukadana, BorneoneTV.com Sudah dua minggu kasus penggelapan uang nasabah Koperasi Syari’ah Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) yang berjumlah milyaran rupiah belum mendapat titik terang terkait pengembalian uang nasabah yang tidak sedikit tersebut.

Hal ini pun membuat para nasabah khawatir terhadap nasib uang mereka dan menaruh harapan besar agar pelaku yang sudah ditetap sebagai tersangka oleh Polres Kayong Utara bisa mengembalikan uang yang mereka tabung dengan jumlah bervariasi setiap orangnya. Mulai dari 1.500.000 sebagai simpanan pokok sampai puluhan juta rupiah.

Salah satu nasabah dari Desa Dusun Kecil Rudi Hartini (30) menuturkan uang yang ia tabung di koperasi berkedok syariah tersebut disimpan untuk keperluan anaknya yang akan wisuda pada bulan enam mendatang di salah satu perguruan tinggi di salah satu perguruan tinggi di Pontianak. Akibatnya, wisuda anaknya yang sudah direncanakan tersebut terancam diundur dikarenakan uang yang disimpan di KSM tersebut telah lenyap digelapkan oleh pelaku berinisial PW.

“Uang itu dari usaha saya jualan sedikit dirumah dan hasil kerja suami saya yang mencari ikan dan menukang. Yang rencananya untuk biaya anak saya wisudah,”kata Rudi Hartini di Sukadana, Rabu, (12/2).

Dirinya tergiur dengan petugas KSM yang menjanjikan pinjaman yang besar dengan bunga yang sangat kecil. Selain itu juga, dirinya merasa percaya dikarenakan ia melihat Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad sebagai Dewan Pembina di Koperasi yang sempat berubah nama dari Khatulistiwa Surya Mandiri (KSM) menjadi koperasi syari’ah Borneo Syari’ah Mandiri (BSM) yang baru diresmikan oleh Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad sebelum akhirnya terjadi permasalahan yang merugikan masyarakat.

“Sudah cukup lama saya mengumpulkan uang untuk biaya anak sekolah, anak saya yang SMP juga tidak lama lagi akan masuk SMK, jadi uang yang dikumpulkan itu ditabung untuk biaya sekolah anak saya,’ceritanya.

Dirinya berharap agar pemerintah daerah dan pihak kepolisian bisa memberikan perhatian khusus terhadap nasabah yang mengalami kerugian tidak sedikit tersebut.

“kita tidak berharap banyak,hanya ingin uang kita bisa kembali lagi itu udah sangat bahagia benar kami,”harapnya.(rizal )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *