Prajurit TNI AU Lanud Supadio Gelar Latihan Survival Dasar

oleh
Pemasangan pita pada upacara pembukaan Latihan Survival Dasar “Alap Mandau-20” di Main Apron Lanud Supadio, Kamis (13/2). Istimewa

Kubu Raya, BorneOneTV.com – Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio menggelar Latihan Survival Dasar “Alap Mandau-20” Tahun Anggaran 2020. Latihan yang berlangsung selama dua hari, ini dibuka oleh Komandan Lanud (Danlanud) Supadio Marsekal Pertama (Marsma) TNI Palito Sitorus di Main Apron Lanud Supadio, Kamis (13/2).

Pembukaan latihan dengan pemasangan pita tanda peserta dan pelatih. Peserta latihan terdiri dari puluhan Perwira Pertama (Pama) gabungan dari Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Skadron Udara 51, Resimen Mahasiswa (Menwa) dari Universitas Tanjungpura dan Pramuka Saka Dirgantara.

Danlanud Supadio, Marsma TNI Palito Sitorus mengatakan pada dasarnya latihan survival ini rutin dilaksanakan. Tunjuannya untuk melatih dan meningkatkan kemampuan fisik dan mental awak pesawat agar mampu bertahan hidup sebelum mendapatkan pertolongan. “Latihan survival ini sangat berguna bagi para awak pesawat, bila pesawatnya berada di daerah musuh. Dalam situasi darurat secara terbatas mereka harus mampu bertahan hidup,” jelas Danlanud.

Danlanud menambahkan latihan ini juga merupakan bekal dasar bagi awak pesawat untuk mengikuti latihan combat survival yang dilaksanakan ditingkat Koopsau I, Jakarta. ”Survival dasar ini merupakan tahapan latihan survival sebelum mengikuti latihan survival  tempur pada tingkat latihan yang lebih tinggi, sehingga pelaksanaan latihan ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme prajurit,” tuturnya.
Direktur Latihan (Dirlat) Kolonel Pnb Reka Budiarsa yang diwakili Letkol Pnb M. Amry Taufanny  mengatakan dalam latihan ini melibatkan 70 personel yang bergabung sebagai Kolat, Pendukung, Wasdal, Penilai dan Pelatih. dari Batalyon 465 Paskhasau. “Peserta latihan bukan hanya diikuti oleh perwira dijajaran Lanud Supadio namun  juga diikuti oleh Menwa dari Untan dan pramuka Saka Dirgantara. Adapun materi latihan diantaranya psikologi lapangan, Sanjak (mengesan jejak) dan baca peta, penggunaan GPS dan kompas, ketrampilan lempar pisau, PPPK, caraka malam dan pengenalan Landing Craft Rubber (LCR) serta survival air,” tutup Dirlat yang kesehariannya menjabat Danwing 7 Lanud Supadio. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *