Menteri PUPR Resmikan 4 Rusun di Sintang

oleh

Sintang, BorneOneTV.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Basuki Hadimuljono meresmikan empat rumah susun (Rusun) di Kabupaten Sintang, Kamis (13/2).
Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti Menteri PUPR sekaligus pengguntingan pita yang didampingi oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, Wakil Bupati Sintang, Askiman, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, Uskup SIntang, jajaran forkopimda dan para pimpinan kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, yang dipusatkan di Seminari Menengah Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang, Jalan Teluk Menyurai, Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang.

Adapun Rusun yang diresmikan Menteri PUPR adalah Rusun Seminari Menengah Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang yang berada di Jalan Teluk Menyurai, menelan biaya sebesar Rp 13,05 Miliar, kapasitas 162 siswa, tipe 24 dengan 2 lantai.
Rusun Rumah Sakit Rujukan Ade M.Djoen Sintang di Jalan Y.C Oevang Oeray, menelan biaya sebesar Rp 12,3 Miliar, tipe 36 dengan 3 lantai sebanyak 42 unit.
Rusun Pondok Pesantren Agropolitan Nurul Ma’arif dengan kapasitas 108 santri, memiliki tipe barak 12 unit dengan 3 lantai, dengan anggaran sebesar Rp 10,2 Miliar.
Rusun Yayasan Kabar Senang Sekolah Tinggi Theologi Immanuel di Jalan Raya Sintang-Pontianak, Kelurahan Balai Agung, kapasitas 162 mahasiswa tipe 24 dan memiliki 2 lantai. Pembangunan memelan biaya sebesar senilai Rp 12, 9 Miliar. Bersumber dari APBN 2019.
Dalam sambutannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa, pembangunan infrastruktur merupakan prioritas dalam mengejar ketertinggalan menuju Indonesia yang lebih sejahtera, “Pembangunan infrastruktur ini masih menjadi prioritas Pemerintah Pusat Kabinet Indonesia Maju untuk lima tahun kedepan, yang bertujuan untuk meneruskan pembangunan lima tahun yang lalu, kita lakukan ini semuanya untuk mengejar ketertinggalan dalam rangka menuju Indonesia yang lebih baik dan sejahtera,” tuturnya.

Masih kata Menteri PUPR, nantinya akan menyambung konektivitas yang ada di pulau Kalimantan, “Salah satunya ialah kami akan segera membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN), kemudian jalan perbatasan, pengaspalan jalan, ini semuanya untuk meningkatkan kesejahteraan di wilayah perbatasan seperti di Sintang ini,” tambahnya.

Menurut Menteri PUPR, segala permasalahan di Kabupaten Sintang secara bertahap akan diprogramkan, “Selain empat rusun yang diresmikan, ada beberapa usulan dari Bupati Sintang, seperti jalan Sintang-Semubuk sepanjang 231 Kilometer, secara bertahap dari tahun kemarin kita kerjakan sampai ke arah perbatasan, kemudian masih ada kebutuhan untuk anak didik kita di Nanga Merakai, Kecamatan Ketungau Tengah yang membutuhkan rumah susun juga, karena siswanya banyak yang jauh dari desa untuk bersekolah, sehingga membutuhkan rusun, mudah-mudahan akan kita programkan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Menteri PUPR berpesan kepada para penerima bantuan agar dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. “Dengan selesainya pembangunan Rusun ini nanti ada proses hibahnya, kita titipkan untuk pelihara, jaga, dan manfaatkan sebaik-baiknya, semuanya kita kerjakan, kita berikan rusun lengkap dengan listrik, air, hingga meubelernya, sehingga ini semua tinggal dimanfaatkan dengan baik-baik,” demikian pesan Menteri PUPR.

Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa banyak sekali pembangunan yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR di Kabupaten Sintang, “Terasa betul negara hadir ditengah-tengah masyarakat, banyak kegiatan pembangunan yang sudah dilakukan oleh Kementerian PUPR hadirkan di Sintang. Dalam kurun 4 tahun terakhir sudah membangun jalan parallel perbatasan sepanjan 143 kilometer di garis batas dengan Malaysia, dibangunnya akses dari kota Sintang menuju perbatasan, bantuan rangka baja jembatan Ketungau II, empat buah jembatan gantung, dan hari ini pembangunan Rusun 4 buah,” kata Jarot.

Selain itu juga, bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR banyak program ke depan dan sudah berjalan. “Seperti penguatan tebing pinggiran sungai melawi dan pinggiran sungai Kapuas, penarikan air baku dari Bukit Saran di Kecamatan Tempunak dan Bukit Sada di Kecamatan Serawai, kemudian yang terasa benar ialah rehabilitasi rumah tidak layak huni, sanitasi dan air bersih untuk di desa, semua ini kami ucapkan terimakasih kepada Pak Menteri PUPR dan berkat dukungan dari Komisi V DPR-RI,” tutupnya. (rilis humaspemkab/ysi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *