110 Orang di Sekadau Dalam Status Pemantauan Covid-19, Plt Kadis Kesehatan Imbau Masyarakat Tak Panik

oleh
Plt Kadis Kesehatan Pengendali Penduduk (PP) dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Sekadau Henry Alpius, Senin (16/3). Foto Krisantus/BorneOneTV

Sekadau, BorneOneTV.com – Plt Kadis Kesehatan Pengendali Penduduk (PP) dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Sekadau, Henry Alpius menyebut 110 orang di Kabupaten Sekadau dalam status pemantauan terkait virus Corona (Covid-19).

“Dari hasil pemantauan kita 110 orang dalam status pemantauan, mereka ini orang-orang yang pulang dari daerah terjangkit. Sampai hari ini belum ada yang masuk dalam pengawasan,” kata Henry ditemui BorneOneTV di Ruang tunggu Bupati Sekadau, Senin (16/3).

Lebih lanjut Henry menjelaskan, 110 orang ini ada tenaga kerja asing (TKA), ada juga yang baru selesai menjalani ibadah Umroh, ada yang baru selesai liburan, dan yang selesai mengikuti berbagai kegiatan seperti tablig Akbar, termasuk ASN yang melaksanakan tugas luar terutama ke daerah-daerah yang sudah kejadian luar biasa (KLB).

Henry  menegaskan untuk di Kabupaten Sekadau sendiri belum ada warga yang positif Covid-19. “Di Kabupaten Sekadau belum ada yang positif Virus Corona, jadi baru dalam status pemantauan. Karena mereka pulang dari daerah terjangkit dan mereka semua ini sehat. Kita harapkan untuk istirahat di rumah saja. Itu kesadaran masing-masing,” ujarnya.

Sedangkan Untuk ke 110 orang yang berstatus pemantauan itu, Henry mengatakan, saat ini dimonitor terus oleh tim kesehatan wilayah Puskesmas dan Dinas Kesehatan perkembangannya. Untuk keberadaan rumah sakit umum di Kabupaten Sekadau sendiri sampai saat ini hanya berfungsi sebagai rumah sakit transit bagi pasien yang menunjukkan gejala Covid-19. “RSUD Sekadau adalah rumah sakit transit apabila dicurigai atau ada indikasi dalam kasus pemantauan itu. Rumah sakit kita tidak bisa menentukan positif atau negatif. Karena rumah sakit rujukan kita adalah RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang,” tuturnya.

Henry menyampaikan, saat ini pihaknya tidak bekerja sendiri, tetapi dibantu oleh pihak lintas sektoral dan lembaga lainnya dalam menangkap berbagai informasi di masyarakat terkait Covid-19. “Kita ingin masyarakat percaya kepada pemerintah. Pemerintah daerah hadir melindungi masyarakat dalam mencegah penyebaran virus Corona. Jadi waspada boleh, panik jangan,” pesan Henry. (Krisantus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *