Pemkot Singkawang Bentuk Gugus Tugas Penanganan Pandemic Covid-19

oleh
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie. Istimewa

Singkawang, BorneOneTV.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang bersama Forkopimda membentuk Gugus Tugas Quick Response Penanganan Pandemic Covid-19. Gugus Tugas ini dibentuk dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Wali Kota pada Senin (16/3).

“Berdasarkan hasil Rakor pada siang ini, beberapa langkah yang akan diambil Pemkot Singkawang dalam menangani Pandemic Covid-19 di Kota Singkawang, diantaranya, membentuk gugus tugas percepatan penanganan Pandemic Covid-19 di Singkawang,” kata Tjhai Chui Mie, Wali Kota Singkawang pada konferensi pers.

Gugus tugas ini akan diketuai Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang. Pemkot Singkawang juga sudah membuka posko pusat informasi di Telematika Command Center Management Room, Kantor Wali Kota Singkawang yang sudah mulai dibuka pada Selasa (17/3), selama 24 jam. “Sedangkan petugas yang standby yaitu paramedis, Diskominfo, OPD yang terkait serta ambulans,” jelasnya.

Tim gugus tugas ini juga akan memantau keberadaan warga negara asing (WNA) di Kota Singkawang bersama Imigrasi, OPD dan instansi terkait. Pemkot Singkawang juga menginstruksikan lembaga pendidikan mulai dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP untuk melakukan belajar mandiri di rumah masing-masing, terhitung Selasa 17 – 31 Maret 2020. “Libur yang kita berikan kepada para siswa ini, kita juga mohon kerja sama dari para guru untuk tetap memberikan pelajaran atau PR untuk bisa siswa kerjakan di rumah,” pinta Tjhai Chui Mie.

Dan kepada para orangtua diimbau untuk selalu mengawasi anak-anaknya agar selalu berada di dalam rumah. Libur yang diberikan ini diharapkan tidak terjadi penyebaran virus corona. “Artinya, jika mereka tidak menggunakan waktu (libur) yang kita berikan ini maka akan sangat sayang sekali,” ucapnya.

Tjhai Chui Mie juga mengimbau kepada seluruh warga Kota Singkawang untuk bersama-sama menjaga kebersihan, pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan selalu menerapkan ini setidaknya dapat mematikan mata rantai penyebaran virus corona.

Kepada pengguna media sosial diingatkan untuk selalu memberikan informasi yang benar. “Jangan menyebarkan hoaks, karena kita tidak akan segan-segan meminta kepada aparat keamanan untuk siapapun yang menyebarkan hoaks dan dapat meresahkan masyarakat akan ditindak tegas,” tegas Tjhai Chui Mie. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *