Jalan Gajah Mada Ditutup Karena Masyarakat Tidak Disiplin

oleh

Pontianak, BorneOneTV.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalbar, Manto menyebut masih ditemukan masyarakat yang kurang disiplin di beberapa titik di Provinsi Kalbar, khususnya Kota Pontianak terkait pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19).
“Kita ingin konsentrasi massa dan jangan mengumpul sehingga membahayakan keselamatan kita melalui penyebaran Covid-19 ini,” kata Manto, saat ditemui di lokasi Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Kamis (2/4),
Manto menuturkan, salah satu titik kumpul yang telah disepakati saat ini dan sebagai pilot project di Provinsi Kalbar adalah penutupan jalan Gajah Mada. Setelah penutupan ini, Tim akan melakukan evaluasi terhadap titik-titik yang lain.
Jika masih saja ada masyarakat yang bandel berkumpul di cafe atau warung kopi dan tidak menjaga jarak, tidak menutup kemungkinan jalur-jalur lain juga akan ditutup. “Ini evaluasi dan uji coba pertama dulu,” jelasnya.
Dikatakan Manto, penutupan ini tidak akan terjadi jika saja masyarakat disiplin. Ia menambahkan, tim juga memberikan akses jalan keluar masuk bagi siapa saja yang hendak ke Jalan Gajah Mada.
“Meraka tidak terblokir sama sekali, hanya untuk masuk Gajah Mada saja. Untuk jalur lain tidak kita tutup. Penutupan jalan ini dimulai dari Jam 09.00 hingga pukul 18.00, selebihnya, masyarakat boleh beraktitas,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Pontianak, Kompol Syarifah Salbiah mengatakan, penutupan jalan Gajah Mada untuk menindaklajuti hasil evaluasi yang telah disepakati. “Kami tetap mendukung hasil evaluasi yang telah disepakati,” kata Syarifah.
Penutupan Jalan Gajah Mada ini juga tidak secara total, namun akses ke jalan ini tetap bisa dilalui melalui jalur artenatif. “Masyarakat tidak diperkenankan wira wiri dan nongkrong,” ingatnya.
Syarifah menjelaskan, penutupan Jalan Gajah Mada, untuk membatasi mobilisasi masyarakat di kawasan itu. “Hasil evaluasi dan pemetaan, aktifitas di sepanjang jalan Gajah Mada masih padat,” ujarnya.
Kemudian di 29 titik yang menjadi lokasi penutupan jalan akan dipermudah dengan para personel TNI dan Polri yang akan memandu masyarakat yang ingin masuk ke Jalan Gajah Mada.
“Setiap pejalan kaki juga akan ditanyakan. Tujuan kita untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19,” tambahnya.
Menurut Syarifah, saat ini Jalan Gajah Mada sesuai hasil evaluasi dan monitoring bersama banyak aktivitas. Untuk itu, pemerintah memberlakukan penutupan jalan dengan pembatasan waktu, bukan Lock Down atau penutupan total.
“Jalan Gajah Mada tidak masuk zona merah tapi hanya banyak orang berkumpul dan mobilitasnya sangat tinggi,” tutupnya. (Lay).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *