Pasien Dalam Pengawasan di Singkawang Meninggal Dunia

oleh
Spread the love

Singkawang, BorneOneTV.com – Pada Kamis (2/4), Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menggelar konferensi pers di kantornya. Tjhai Chui Mie menyampaikan seorang warga Kota Singkawang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia.
Pasien meninggal dunia pada Kamis (2/4) sekitar pukul 09.00 WIB. “Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya dan tetap mengingatkan warga untuk selalu menjaga kesehatan,” ucap Tjhai Chui Mie.
Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang, dr. Ruchanihadi, Sp.PD menjelaskan, bahwa PDP tersebut masuk dan dirujuk ke RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang pada Minggu (29/3) sekitar pukul 20.00 WIB.
Lebih lanjut Ruchanihadi mengatakan, PDP tersebut seorang anak laki-laki berusia 12 tahun baru pulang dari Pondok Pesantren di Pulau Madura. Sebelumnya, PDP ini mengalami batuk-batuk dan demam sekitar dua bulan lalu. Kemudian pada minggu terakhir kondisi pasien mengalami penurunan dengan cepat, gangguan kesadaran dan sesak nafas.
Berdasarkan diagnosa tim medis, Ruchanihadi menyebut pasien ini mengalami infeksi paru-paru dan infeksi otak. Namun apakah positif atau negatif Covid-19, pihaknya masih menunggu hasil Laboratorium Kemenkes RI di Jakarta. “Senin kemarin sudah kita kirim sampelnya ke Laboratorium Kemenkes RI di Jakarta, tinggal nanti menunggu hasilnya,” katanya.

Meskipun hasil Laboratorium Kemenkes RI belum keluar, Ruchanihadi menegaskan bahwa pemulasaran dan pemakaman jenazah harus sesuai dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga, dan untuk yang ikut pemulasaran jenazah , keluarga menunjuk ustad namun dengan menggunakan alat pelindung diri dan jenazah tetap dibungkus dengan plastik. Jenazah di sholatkan di rumah sakit dan akan segera dimakamkan,” tuturnya.
Terkait dengan keluarga PDP yang meninggal tersebut yaitu ibu, ayah, kakak dan adiknya, kata Ruchanihadi, masuk dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP). “Mereka akan dicek kesehatan oleh tim medis di Dinas Kesehatan dan berdasarkan hasil rapid test, bahwa satu keluarga itu negatif dan saat ini dalam kondisi masih sehat. Namun mereka tetap dalam pemantauan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Singkawang, M. Nasir mengatakan bahwa, jenazah yang beragama Islam tetap akan disholatkan sesuai dengan ajaran Islam, dalam hal ini ditetapkan sesuai penanganan di rumah sakit atau mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19. “Diimbau juga untuk keluarga tidak melaksanakan tahlilan cukup secara masing-masing keluarga atau bisa sholat gaib,” pesannya.
Turut hadir pada konferensi pers ini Ketua DPRD Kota Singkawang, Sujianto. Anggota Tim Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, dr. Barita P Ompusunggu. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.