Peringatan Hari Minggu palem,Tanpa Mengadakan Misa Syukur

oleh

Peringatan hari Minggu palem,tanpa mengadakan Misa Syukur

Sekadau, BorneOneTV.com – Dalam rangka Peringatan hari Minggu palem, Paroki St Petrus dan Paulus Sekadau memberkati daun palma tanpa mengadakan Misa Syukur, akibat dampak pandemik Covid-19, Minggu, (5/4)

Minggu Palma merupakan hari peringatan dalam liturgi gereja Kristen yang selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Prapaskah.

Perayaan ini merujuk kepada peristiwa yang dicatat pada empat Injil, yaitu Markus 11:1-11, Matius 21:1-11, Lukas 19:28-44, dan Yohanes 12:12-1. Dalam perayaan ini dikenang Peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem sebelum ia disalibkan.

Masuknya Yesus Kristus ke kota suci Yerusalem adalah hal yang istimewa, sebab terjadinya sebelum Yesus mati dan bangkit dari kematian.

Itulah sebabnya Minggu Palma disebut pembuka pekan suci, yang berfokus pada pekan terakhir Yesus di kota Yerusalem.

Dalam liturgi Minggu Palem, umat dibagikan daun palem dan ruang gereja dipenuhi ornamen palem.

Namun, pada peringatan Minggu Palma di tahun 2020 ini, Paroki St Petrus dan Paulus Sekadau ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Dimana jika Tahun sebelumnya selalu diadakan misa syukur di gereja, dan Pemberkatan daun palma oleh Pastor di hadapan umat yang mengikuti misa.

Maka Tahun ini misa syukur di Gereja ditiadakan dan daun palma di berkati Pastor hanya di hadapan pengurus Kring.

Saat di wawancarai, Pastor paroki St Petrus dan Paulus Sekadau P. Johan Paulus, CP, mengungkapkan, Peniadaan misa ini sebabkan adanya Virus Corona (Covid-19). Sehingga sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran di Kabupaten Sekadau, sehingga pihak Paroki memutuskan untuk meniadakan misa serta meniadakan aktivitas di Gereja yang bersifat mengumpulkan banyak orang

“Saat ini kita memasuki masa Prapaskah, untuk memasuki masa Paskah akan dimulai Tri hari suci di buka dengan Minggu Palma,” kata Pastor Paroki, Pastor Jhon usai memberkati daun Palma di komplek Gereja Katolik St Petrus dan Paulus Sekadau. Ungkapnya.

P. Johan Paulus, CP menjelaskan pemberian berkat bagi daun palma itu sebelum nya sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya, Ini karena permintaan umat juga. “kurang pas Minggu Palma jika tidak ada daun Palma yang sudah diberkati,” teranag Pastor paroki.

Daun palma itu di kumpulan umat berdasarkan kring masing-masing. Kemudian dihantarkan kepada Pastor untuk diberkati

Setelah itu pengurus kring akan membagikan kembali daun palma yang sudah diberikan kepada setiap warga kringnya. (Krisantus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *