Cegah Penyebaran Covid-19, Tim Gabungan di Kota Singkawang Gelar Razia Kesehatan

oleh
Razia Kesehatan yang digelar Tim Gabungan di Kota Singkawang. Istimewa

Singkawang, BorneOneTV.com – Cegah penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang bersama TNI, Polri dan Forkompimda menggelar razia kesehatan terhadap pengendara yang keluar masuk ke kota Singkawang.

Dengan menggunakan Termoscanner, razia kesehatan yang digelar tim gabungan ini di tiga titik pintu keluar masuk Kota Singkawang, yaitu Pasir Panjang (Singkawang Selatan), Simpang Vit (Singkawang Utara) Kukor (Singkawang Timur). Setiap warga atau pengendara akan dicek kesehatan, suhu badan dan dilakukan penyemprotan terhadap kendaraan mereka, baik yang masuk maupun keluar Kota Singkawang.

“Kita harap kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang agar bersama-sama memutus mata rantai Covid-19 di Kota Singkawang. Dan tidak lupa keberhasilan dihasilkan dari kerja sama. Maka dari itu saya harap kerja sama seluruh masyarakat Kota Singkawang dan bersama-sama berdoa agar Kota Singkawang terhindar dari Covid-19,” ujar Irwan, Wakil Wali Kota Singkawang.

Di lokasi yang sama, Kapolres Singkawang AKBP Prasetyo Adhi Wibowo mengatakan, seharusnya warga dan pengendara tidak perlu takut dan panik, karena kegiatan ini bukan razia kendaraan. “Melainkan hanya untuk mengecek suhu tubuh para pengendara yang keluar masuk kota Singkawang,” ucap Prasetyo.

Prasetyo menambahkan, razia kesehatan ini  yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian dan keseriusan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Singkawang. “Dalam kegiatan ini kita melakukan pengecekan suhu badan dan kesehatan pengendara. Jika ditemukan suhu agak tinggi kami menyarankan agar ditindaklanjuti tim medis. Namun jika sebaliknya (diambang wajar) maka pengendara kami persilakan masuk ke Kota Singkawang,” jelasnya.

Pada intinya, kata Prasetyo, kegiatan ini merupakan pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19 masuk ke Kota Singkawang. “Kita juga menyadari, di Kota Pontianak Bapak Gubenur Kalbar mengatakan telah terjadi penyebaran secara transmisi lokal, jadi Kota Singkawang harus mengantisipasi hal tersebut agar tidak terjadi di Kota Singkawang,” tutupnya. (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *