Tingkatkan IPM Kabupaten Mempawah

Bupati Ria Norsan memberikan materi soal program pembangunan Kabupaten Mempawah pada Musrenbang 2018. Foto : Fisa

Mempawah, BorneOneTV – Pemerintah Kabupaten Mempawah terus berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Terkait hal itu, maka perencanaan pembangunan 2018 sebagai tahun keempat penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mempawah tahun 2015-2019 tetap memfokuskan pencapaian visi Kabupaten Mempawah, yaitu terwujudnya masyarakat Kabupaten Mempawah yang sejahtera dan berkualitas.

”Masyarakat sejahtera artinya maju dan terpenuhinya kebutuhan dasar secara lahir dan batin. Adapun masyarakat berkualitas berarti masyarakat yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai dalam rangka mengisi pembangunan untuk mencapai tujuan pembangunan,” kata Bupati Ria Norsan di sela kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) di Aula Kantor Bupati Mempawah, beberapa hari lalu.

Bacaan Lainnya

Bupati Ria Norsan mengungkapkan tiga isu strategis dan permasalahan yang dihadapi. Pertama, di bidang sumber daya manusia. Pada bidang ini pemerintah daerah, menurut dia, akan fokus meningkatkan angka partisipasi murni pada jenjang pendidikan menengah serta meningkatkan harapan hidup dengan memberikan akses sebesar-besarnya kepada masyarakat terhadap pusat-pusat layanan kesehatan.

Kemudian Isu kedua, yaitu di bidang ekonomi. Pemerintah daerah berfokus pada peningkatan investasi dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah guna mengurangi tingkat kemiskinan. Isu ketiga, di bidang infrastruktur. Norsan menyebut pemerintah daerah komit pada peningkatan infrastruktur dasar yang akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Berdasarkan data BPS Kabupaten Mempawah, penduduk miskin di Kabupaten Mempawah tahun 2015 berkisar 5,52 persen dari target 6,16 persen. Angka ini lebih baik dari angka kemiskinan Provinsi Kalimantan Barat sebesar 8,44 persen dan nasional sebesar 11,13 persen. Oleh karenanya, penanganan kemiskinan memerlukan sinergi semua pihak, antar-stakeholder, dan lintas sektoral,” ujarnya.

Lebih lanjut bupati menegaskan kemiskinan tidak bisa diatasi dengan egosektoral. Termasuk di dalam perencanaan kegiatan dan penganggaran, semua pihak harus terlibat dan bersinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta tanpa terkecuali.

Dirinya mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mempawah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2014, di mana pada tahun 2015 capaiannya sebesar 5,68 persen dari target 5,45 persen. ”Adapun target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2017 kita harapkan mencapai 5,70 persen,” ucapnya. (fsa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.