Cerita Haru Ibunda Wartawati Asal Flores yang Tewas Dianiaya

Lusia Riza Mado (65) menunjukkan foto anaknya Manda Sandipu atau Maria Yeane Agustuti, wartawati di Palu yang diduga tewas karena dianiaya suaminya, Sabtu (18/3/2017) (VIVA.co.id/Jo Mariono/NTT)

Palu, BorneOneTV – Manda Sandipu wartawati harian Palu Ekspres ditemukan tewas di dalam kamar kosnya di Jalan Karoya Palu Selatan Sulawesi Tengah, Jumat, 17 Maret 2017.

Kuat dugaan, ia tewas akibat dianiaya suaminya sendiri Rinu Yohanes Sandipu yang telah melarikan diri. Pada malam sebelumnya pasutri yang menikah tahun 2010 itu diketahui terlibat cekcok.

Wanita berusia 35 tahun itu memiliki nama asli Maria Yeane Agustuti asal Ruteng Flores Nusa Tenggara Timur. Di Ruteng ia biasa dipanggil Tuty. Almarhumah merupakan anak keenam dari delapan bersaudara.

Kabar meninggalnya Tuty di Palu mengejutkan keluarga di Ruteng. Lusia Riza Mado (65), ibunda almarhumah sangat terpukul dengan kematian buah hatinya itu.

Sebaliknya, ayahanda Frans Ndos diam saja di ruang tengah rumah duka di Redong Kelurahan Wali Ruteng. Tatapannya kosong. Pria renta berusia 75 tahun ternyata sudah lama menderita dimensia (pikun).

“Sungguh tragis kematian anak kami ini, yah mungkin sudah takdirnya (Tuty). Ia meninggal seperti itu. Kami keluarga ikhlas menerima,” ujar Lusia yang dilansir dari laman VIVA.co.id, Sabtu, 18 Maret 2017.

Lusia sangat mengharapkan jenazah anaknya segera dipulangkan ke Ruteng. Ia juga meminta jajaran kepolisian di Palu untuk menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“Saya ibunya Tuty meminta Yohan (pelaku) dihukum seberat-beratnya. Semoga jenazah anak saya segera dipulangkan ke Ruteng,” ujarnya.

Suami pakai narkoba

Kematian Tuty membuat keluarga terpukul terlebih bagi Lusia Riza Mado ibunda almarhumah. Lusia menuturkan, sejak menikah dengan Rinu Yohanes alias Yohan tahun 2010, anak ke enamnya itu jadi sering curhat melalui sambungan telepon.

“Ceritanya itu yah dia tidak bahagia dengan suaminya. Sering cekcok. Katanya uang gaji anak saya (Tuty) dihabiskan buat mabuk-mabuk saja,” ungkap Lusia.

Tidak hanya mabuk minuman keras, menantunya itu ternyata pemakai narkoba. “Itu yang selalu diomongkan Tuty, bahwa uang gajinya sebagai wartawan cepat habis karena dipakai suaminya beli narkoba dan bersenang-senang,” katanya.

Menurut Lusia, pertengkaran antar Tuty dan suaminya sebelum Tuty ditemukan tewas juga dipicu masalah narkoba.

“Anak saya yang di Palu namanya Sukur dia yang melerai pertengkaran mereka malam itu (Kamis malam, 16/3). Sukur bilang ke saya keributan itu karena masalah narkoba. Ada SMS-nya Tuti ke Sukur bahwa suaminya narkoba lagi,” ujarnya.

Belum diketahui persis motif penganiayaan yang berujung pada kematian wartawati ini. Polisi sedang memburu pelaku Rinu Yohanes yang masih buron.

Sementara itu, jenasah Tuty masih disemayamkan di rumah duka keluarga besar Manggarai di Palu.  (Jo Mariono/ Manggarai-NTT/Viva.co.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.