Mudik Tahun Ini, Volume Tol Tangerang-Merak Diprediksi Naik 6,1%

Ilustrasi Arus Mudik. Foto : simomot.com

BorneOneTV – PT Marga Mandalasakti (MMS) memperkirakan jumlah kendaraan yang melintas di jalur Tol Tangerang-Merak pada musim mudik tahun ini mencapai 2 juta unit. Angka tersebut naik sekitar 6,1% dibanding tahun sebelumnya sebanyak 1,88 juta unit dikutip dari laman sindonews.com.

Guna mengantisipasi kenaikan jumlah kendaraan tersebut, MMS terus memperbaiki layanan di jalan tol. Operator yang berada di bawah kelompok bisnis Astra International itu juga memastikan pada H-10 sampai dengan H+10 jalan tol itu akan bebas dari semua pekerjaan konstruksi.

Bacaan Lainnya

MMS yang kini mengusung brand Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak telah melakukan berbagai perbaikan baik dari sisi layanan transaksi, informasi, perambuan maupun jalan. Tahun ini, total terdapat 89 unit gardu tol di mana 21 unit di antaranya adalah Gardu Tol Otomatis (GTO).

“Kami berharap dengan seluruh gardu tol tersebut tidak ada lagi antrean panjang sehingga akan memperlancar lalu lintas saat mudik,” ujar Direktur Teknik dan Operasi Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak Sunarto Sastrowiyoto saat sosialisasi layanan Lebaran 2017 di Karawaci, Tangerang, Banten, Rabu (31/5).

Dia mengungkapkan, beberapa fasilitas lain yang ditambahkan adalah variable message sign (VMS) menjadi 13 unit dari sebelumnya hanya 10 unit. Selain itu, kamera pemantau (CCTV) juga ditambah menjadi 77 unit dari sebelumya 65 unit.

Di samping itu, kata Sunarto, Astra Toll Road juga menyiapkan layanan lain di rest area berupa bengkel siaga, pos kesehatan dan penjualan tiket penyeberangan Merak-Bakauheni. Antisipasi lain yang dilakukan adalah dengan melakukan rekayasa lalu lintas berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Banten, dan Dinas Perhubungan Banten.

Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Hermansyah mengatakan, Banten adalah wilayah strategis karena merupakan satu satunya daerah yang dilewati oleh masyarakat yang akan bepergian dari Pulau Jawa menuju ke Sumatera maupun sebaliknya. Menurutnya, selain jalan tol, pemudik yang akan mengarah ke pelabuhan Merak bisa melewati jalan arteri atau jalan nasional.

“Namun harus diwaspadai karena biasanya jalur arteri ini macet jika ketemu pasar, atau kawasan industri,” ujar Hermansyah.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, pihak Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) Merak memastikan akan mengantisipasi penumpukan calon penumpang dengan menjual tiket kapal penyeberangan secara online. Sistem baru tersebut bisa diakses sejak 1 Juni 2017, untuk keberangkatan tanggal 19 Juni 2017.

“Tiket online ini akan melayani penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk,” ujar Vice President Services and Assurance PT ASDP Indonesia Ferry Rizki Dwianda.

Dia menambahkan, selama ini penumpukan calon penumpang kapal terjadi karena mereka menunggu pembelian tiket. Dengan tiket online, ujar dia, diharapkan bisa mengurangi penumpukan dan antrean masuk ke kapal.

“Dengan sistem tiket online ini penumpang yang sudah beli tiket melalui internet hanya tinggal men-scan-nya sehingga jauh lebih cepat. Jika biasanya beli di lokat butuh waktu minimal 60 detik, dengan online hanya kurang dari 6 detik,” tandasnya. (sindo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.