Sutarmidji : Pelajar Harus Dikenalkan Nama-Nama Pahlawan Kalbar

Wali Kota Pontianak, H. Sutarmidji, SH, M.Hum memimpin upacara memperingati tragedi Mandor berdara di halaman Kantor Wali Kota. Foto : Jemi Ibrahim

BorneOneTV – Memperingati Peristiwa Tragedi Mandor yang telah banyak memakan korban disaat penjajahan Jepang pada tahun 1944 silam, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar upacara di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (6/7/2017).

Wali Kota Pontianak, H. Sutarmidji, SH, M.Hum berharap ada suatu kemajuan atau progress yang membekas dalam tindakan untuk mengenang jasa-jasa mereka yang menjadi korban keganasan Jepang.

Bacaan Lainnya

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini pun merasa prihatin, masih banyak pelajar mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA yang mungkin tidak pernah mendengar nama-nama pahlawan Kalbar, atau kalaupun pernah mendengar, hanya segelintir nama saja. “Untuk mengenang dan mengenalkan para pahlawan Kalbar di kalangan pelajar, Dinas Pendidikan bisa saja memberi nama para pahlawan tersebut pada setiap kelas,” ungkapnya.

Selain itu, Dinas Sosial semestinya membuat prasasti yang memuat minimal nama-nama korban yang disebutkan dalam sejarah singkat Peristiwa Mandor di tempat-tempat umum, misalnya di Taman Alun Kapuas, Taman Digulis Untan dan lainnya. “Sekarang ini jangankan nama Pahlawan Kalbar, orang melihat Tugu Digulis kenapa bambu runcingnya ada 11 jumlahnya, atau kenapa namanya Digulis saja banyak yang tidak tahu,” ungkapnya.

Wali Kota yang menjabat selama dua periode ini melanjutkan, masih banyak yang tidak mau belajar dan tidak mau membuat progress yang semakin baik untuk mengenang peristiwa berdarah itu. “Saya berharap semuanya terus berbuat untuk kemajuan Kota Pontianak sebagai bagian penghargaan kita kepada para pejuang yang telah menjadi korban keganasan Jepang,” ungkapnya.

Peristiwa Mandor adalah peristiwa pembantaian massal yang menurut catatan sejarah terjadi pada tanggal 28 Juni tahun 1944. Peristiwa Mandor ini sendiri sering dikenang dengan istilah Tragedi Mandor Berdarah yaitu telah terjadi pembantaian massal tanpa batas etnis dan ras oleh tentara Jepang. Peristiwa ini ditetapkan sebagai Hari Berkabung Daerah yang diperingati setiap tanggal 28 Juni sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 tentang Peristiwa Mandor pada 28 Juni Sebagai Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat. (Jemi Ibrahim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.