Hasil Pengamanan Radio Penerbangan di Bandara Mudik Lebaran 2017

Posko terpadu angkutan lebaran tahun 2017. Foto : Biro Humas Kementeriaan Kominfo

BorneOneTV – Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) telah ikut serta dalam Posko Terpadu bersama Airnav di 15 Bandara untuk melakukan pengawasan dan pengamanan spektrum radio penerbangan dari gangguan selama periode Mudik Lebaran 2017.

Keikutsertaan dalam Posko menjaga lalu lintas penerbangan tersebut memberikan manfaat agar peningkatan frekuensi trafik penerbangan yang terjadi selama Mudik Lebaran 2017 dengan memastikan radio penerbangan aman.

Direktur Jenderal SDPPI Ismail dalam kunjungannya ke beberapa lokasi Posko menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi dari Airnav Indonesia setidaknya ada 15 Bandara yang akan mengalami pengingkatan frekuensi trafik penerbangan secara signifikan. “Kementerian Kominfo melakukan pengamanan radio komunikasi penerbangan agar tidak terjadi gangguan dengan melakukan monitoring melaui perangkat monitoring radio yang kita miliki” kata Ismail.

Dari data pada Posko Terpadu di Bandara tersebut, dapat diidentifikasi jumlah pergerakan pesawat dan pada jam-jam sibuk mencapai :

No Bandara *Frek/jam Keterangan
1 Soekarno-Hatta (CGK) 78 Tangerang, komunikasi lancar
2 Hasanuddin (UPG) 26 Makassar, komunikasi lancar
3 Kuala Namu (KNO) 31 Medan, komunikasi lancar
4 Sultan Mamud Badaruddin II (PLM) 13 Palembang, komunikasi lancar
5 Adi Sutjipto (JOG) – Yogyakarta, komunikasi lancar
6 Juanda (SUB) 31 Surabaya, komunikasi lancar
7 Ngurah Rai Int’l (DPS) 27 Denpasar, komunikasi lancar
8 Sepinggan (BPN) – Balikpapan, komunikasi lancar
9 Sentani (DJJ) – Jayapura, komunikasi lancar
10 Minangkabau Int’l (PDG) 7 Padang, komunikasi lancar
11 Halim Perdana Kusuma Int’l (HLP) 18 Jakarta, komunikasi lancar
12 Husein Santranegara (BDO) 9 Bandung, komunikasi lancar
13 Achmad Yani (SRG) 14 Semarang, komunikasi lancar
14 Sam Ratulangi (MDC) 5 Manado, komunikasi lancar
15 Pattimura (AMQ) 10 Ambon, komunikasi lancar

*)sumber AirNav Indonesia

Ismail sampaikan “Penambahan frekuensi trafik penerbangan membutuhkan konsentrasi yang tinggi dari petugas Air Traffic Control (ATC). Kualitas komunikasi sangat dibutuhkan untuk memandu pergerakan pesawat, baik yang take_off maupun landing.

Kemudian Koordinator Posko Ditjen SDPPI, Sardjono selaku Kasubdit Monitoring dan Peneriban Spektrum Frekuensi Radio mengatakan “terdapat kejadian dari suprious radio siaran berpotensi gangguan oleh radio komunitas yang beroperasi di sekitar Bandara. Kejadian ini juga telah dilakukan penghentian di lapangan oleh PPNS dari UPT Kementerian Kominfo sehingga tidak sampai menimbulkan gangguan. Juga di beberapa kota masih ada spurious gelombang radio siaran yang berpotesi menganggu, tim telah melakukan koordinasi dengan penyelenggara agar segera menurunkan power dan modulasi.

Berkenaan dengan monitoring dan penanganan di lapangan, ATC menyatakan selama arus mudik sampai arus balik (H+7) dapat dinyatakan clear atau tanpa gangguan. (Biro Humas Kementerian Kominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.