Sekda Kalbar Hadiri Rakor dengan Pemerintah Pusat

BorneOnetv – Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar M. Zeet Hamdy Assovie menghadiri rakor pemerintah pusat, daerah dan Bank Indonesia di Balik Papan.

“Kita sangat mengapresiasi pertemuan yang di adakan oleh bank indonesia ini, karna melalui pertemuan ini pula kita bisa menyampaikan berbagai masukan guna memperkuat pembangunan di daerah, birokrasi, serta mengoptimalkan berbagai potensi sektor ekonomi, dan solusi terkait dengan pembangunan yang ada khususnya yang ada di kalimantan,” ujar M. Zeet Hamdy Assovie.

Bacaan Lainnya

Usai kegiatan acara Sekda Prov kalbar M. Zeet Hamdy Assovie menambahkan bahwa beberapa waktu yang lalu program yang di usulkan oleh pemprov Kalbar disambut baik dan di setujui oleh pemerintah pusat.

“Kami pemprov Kalbar mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian ini, apa yang telah dibagun di daerah tentunya akan membawa dampak positif terutama untuk meningkatan perekonomian masyarakat,” tutur M.Zeet Hamdy Assovie.

Pada pertemuan yang diadakan oleh bank indonesia di Hotel grand sinyiur balik papan 14 Juli 2017 dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhur Binsar Pandjaitan, Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, Gubernur Kaltim, Kaltara, Sekda kalteng, serta undangan lainnya.

Sementara itu, Gubernur BI Agus Martiwardojo menuturkan, dalam rapat tersebut disepakati pertumbuhan ekonomi nasional relatif baik. Hal ini tecermin dari pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2017 yang tercatat 5,01 persen. Tahun ini BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5-5,4 persen.
Namun, Agus memberi catatan bahwa selama ini pertumbuhan ekonomi nasional sebagian besar masih didominasi Pulau Jawa dan Sumatera dengan porsi mencapai 81 persen, sementara sisanya sekitar 8 persen berasal dari Kalimantan dan sekitar setengahnya berasal dari Kalimantan Timur.

Sayangnya, kata Agus, wilayah Kalimantan masih bergantung pada komoditas sumber daya alam sebagai basis perekonomian. Alhasil, ekonomi wilayah ini akan positif jika harga komoditas baik dan terpukul jika harganya anjlok.

“Dan sumber daya alam itu, khususnya perkebunan, pertambangan, penggalian dan ini cukup besar. Sehingga kalau harga dunia bagus ekonomi bagus, kalau jelek menjadi jelek,” ujar dia. (Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.