Setnov Jadi Tersangka, Ucapan ‘Terima Kasih’ Berdatangan di KPK

Masyarakat memberikan dukungan atas kinerja KPK menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP/arah.com/Dini Afrianti

BorneOneTV – Masyarakat memberikan apresiasi terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai ditetapkannya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Setya Novanto sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

Hal ini terbukti dengan sudah terpampangnya papan ucapan dan spanduk ucapan terima kasih kepada KPK terkait penetapan Setya Novanto sebagai tersangka.

Bacaan Lainnya

“Terimakasih KPK, tetapkan Setya Novanto, tersangka. Rakyat mendukung!,” begitulah isi pesan serupa yang ada pada spanduk dan papan ucapan yang diketahui berasal dari KORPS MP (Koalisi Rakyat Pemuda Satu Merah Putih).

Berdasarkan pantauan arah.com di lapangan, spanduk tersebut dipasang di atas pagar JPO (Jembatan Penyebrangan Orang) di depan KPK dan papan ucapan yang terpampang jelas di halaman gedung KPK.

Kedua ucapan tersebut telah ada sejak pukul 11.00 WIB pagi tadi dan dipasang oleh orang tak dikenal.

“Kalau menurut KPK salah tidak mungkin menetapkan yang tidak sesuai, bagus berarti kinerja KPK,” ujar salah seorang wanita yang enggan disebutkan nama dan daerahnya.

Tidak hanya itu, dukungan penetapan tersangka Setya Novanto kepada KPK juga datang dari masyarakat luar pulau Jawa yang tengah melakukan kunjungan ke KPK.

“Harus berani konsisten, kaget sih enggak (Setnov tersangka), sekarang kan harus transparan, mau presiden-pun. Intinya itu, biar negeri bebas dari korupsi,” ujar salah satu wanita lainnya.

Diketahui sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E).

Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan Setnov telah melakukan tindak pidana korupsi dan menyalahgunakan kewenangan sarana dalam jabatannya sehingga diduga merugikan negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadaan e-KTP. (Arah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.