Tinggal di Perkotaan Lebih Muda Stress, Ini Alasannya?

Ilustrasi Stress. Foto : scotware.net

BorneOneTV – Masyarakat Indonesia yang tinggal di perkotaan umumnya berada pada tekanan sosial. Dari yang muda hingga yang tua rata-rata tidak terlepas dari stres.

Oleh karena itu, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menekankan masyarakat agar menjaga kesehatan kejiwaaan.

“Kejiwaan sudah menjadi masalah global. Mobilisasi yang begitu kuatnya akan menimbulkan stres di kehidupan kita,” kata Nila saat menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan di Jakarta.

“Kejiwaan yang sehat indikator keluarga sehat. Sehat kejiwaan merupakan yang harus kita penuhi, melalui pendekatan keluarga,” tambahnya.

Nila yang pekan lalu melaksanakan kunjungan kerja ke Jepang mencontohkan kota-kota di Negara Matahari Terbit tersebut memiliki mobilitas yang tinggi dan tingkat stres yang juga tinggi.

“Di Jepang, saya kira tingkat stresnya kuat sekali. Terutama di usia muda, dan sekarang mereka punya tanggung jawab pada orang tuanya lebih membuat stres lagi,” tuturnya.

Menkes mengaku terkejut dengan populasi penduduk Jepang yang didominasi oleh orang tua. Menurut dia, beban orang muda yang bertanggung jawab mengurus lansia bisa menambah tingkat stres.

Oleh karena itu Jepang kerap bekerja sama dengan Indonesia untuk mengirimkan perawat ke Jepang untuk mengurus lansia.

Nila menyinggung populasi Indonesia pada tahun-tahun mendatang bisa menjadi seperti Jepang dengan didominasi orang usia lanjut karena telah lama memiliki program Keluarga Berencana dengan dua anak. (arah.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.