Bawa Pasir dari Bulan, Tas Milik Neil Armstrong Laku Rp24 Miliar

Tas yang digunakan oleh astronot Neil Armstrong pada Apollo 11 untuk membawa kembali potongan-potongan pertama bulan yang dikumpulkan, terlihat dalam foto rumah lelang Sotheby's di New York tanggal 19 Mei 2017. (foto/Reuters)

BorneOneTV – Sebuah tas milik astronot terkenal Amerika Serikat Neil Armstrong untuk membawa sampel debu bulan pertama ke bumi, dijual kepada penawar tidak dikenal seharga Rp24 miliar pada sebuah lelang di New York, pada Kamis, 20 Juli 2017 lalu. Acara lelang tersebut diadakan untuk menandai ulang tahun ke-48 pendaratan bulan pertama.

Tas tersebut selama bertahun-tahun tidak teridentifikasi di dalam sebuah kotak di Johnson Space Center, Houtson. Tas tersebut nantinya akan dimiliki oleh seseorang yang menawar harga melalui telpon dan tidak ingin namanya disebutkan secara terbuka, demikian kata juru lelang Sotheby.

Tas tersebut merupakan barang dengan nilai tertinggi di acara lelang memorabilia perjalanan ke bulan.

Setelah Armstrong dan awak Apollo 11 mendarat pada Juli 1969, tas berukuran 30×22 sentimeter berlabel “Lunar Sample Return” tidak diketahui keberadaannya selama beberapa dekade.

Setelah menghilang dari pusat Johnson, tas tersebut muncul di garasi manajer museum Kansas, Max Ary, yang dihukum karena mencuri pada 2014.

Tas tersebut disita oleh Layanan Marshall AS yang akhirnya dilelang tiga kali, tanpa penawaran, hingga akhirnya dibeli pada tahun 2015 seharga Rp13 juta oleh pengacara wilayah Chicago, Nancy Lee Carlson.

Dia mengirim tas tersebut ke NASA untuk divalidasi, dan saat tes menunjukkan bahwa tas tersebut benar-benar digunakan Armstrong serta masih terdapat jejak debu bulan, badan luar angkasa AS memutuskan untuk menyimpannya.

Seperti dikutip Antara, Carlson berhasil menggugat NASA untuk mengembalikan tas tersebut, dan atas perhatian masyarakat terhadap langkah hukumnya, tas tersebut mendorong banyak calon pembeli potensial. Hal tersebut yang membuat Carlson memutuskan untuk melelangnya lagi.

Di sisi lain, salah satu kelompok mengritisi keputusan Carlson untuk menjual sepotong sejarah luar angkasa.

“Tas itu ada di museum, jadi seluruh dunia dapat berbagi dan merayakan pencapaian universal manusia yang diwakili oleh tas tersebut,” ujar Michelle Hanlon, salah satu pendiri For All Moonkind, organisasi non-profit yang dibentuk untuk membujuk PBB agar menerapkan langkah-langkah untuk melestarikan dan melindungi keenam lokasi pendaratan Apollo di bulan. (arah.com)

 

 

Galat basis data WordPress: [Incorrect key file for table './username_wp280/wprd_comments.MYI'; try to repair it]
SELECT SQL_CALC_FOUND_ROWS wprd_comments.comment_ID FROM wprd_comments WHERE ( comment_approved = '1' ) AND comment_post_ID = 4281 AND comment_parent = 0 ORDER BY wprd_comments.comment_date_gmt ASC, wprd_comments.comment_ID ASC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.