Empat Kapal Terbakar, Pemkab KKU Alami Kerugian Hingga 8 Milyar

Wakil Bupati KKU, Idrus menegaskan, bahwa kapal yang terbakar bukan hibah. Foto : Rossi Yulizar
banner 120x600

BorneOneTV  –  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kayong Utara, Muhammad Sukardi mengatakan insiden yang menghanguskan empat kapal milik Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, dirinya meminta agar kejadian tersebut tetap dilakukan identifikasi.

“Kita harapkan untuk diidentifikasi dan diusut, karena tidak mungkin tidak ada sebab. Mudah-mudahan sebabnya normatif, tidak ada unsur kesengajaan dan kelalaian,” kata Sukardi, Rabu 26 Juli 2017.

Namun demikian, dirinya mengajak untuk tetap positif tingking bahwa itu merupakan musibah dan mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

“Semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi, sehingga kejadian saat ini menjadi pelajaran. Terlebih kita juga tidak bisa menuntut pihak mana,” ujar dia.

Diakui dia, atas kejadian itu, dirinya merasa sedih. Dimana menurutnya sebagai harapan dan ada kesepakatan untuk transportasi masyarakat kepulauan, namun justru dilanda musibah.

Dengan demikian, Ia menambahkan, dengan APBD KKU saat ini yang minim, kemudian dengan waktu cukup dekat, menurutnya perlu pencermatan untuk menganggarkan kembali.

“Namun diharapkannya, Pemerintah Pusat supaya memperhatikan juga terhadap hal ini. Terlebih hal ini juga  bantuan dari sana,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati KKU, Idrus menegaskan bahwa sped yang terbakar merupakan bukan hibah. Melainkan sengaja dibuat khusus untuk persiapan Selat Sail Karimata (SSK) kemarin.

Idrus menyebutkan, dalam kejadian tersebut terdapat empat buah kapal yang terbakar. Diantaranya, kapal Kayong Dua, kapal milik Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata, serta kapal dari Kecamatan Karimata.

Untuk tindak lanjut pasca kebakaran, sekarang Pemkab lagi memikirkan dan akan meminta tenaga tim penyidik untuk mengetahui apa penyebab kebakaran.

Dalam kejadian itu, diungkapkannya tidak terdapat korban jiwa. Hanya saja mengalami kerugian material.

“Korban jiwa tidak ada, namun kerugian material ada, yakni sekitar tujuh sampai delapan miliar rupiah,” ungkapnya. (Rossi Yulizar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

%d blogger menyukai ini: