Meskipun Anda Workaholic, Baiknya Tidak Makan Siang di Meja Kerja

Ilustrasi Stress. Foto : gazettereview.com

BorneOneTV – Bekerja keras, entah itu karena memang cinta pada pekerjaan ataupun sekadar pencitraan agar dinilai baik oleh atasan, menjadi alasan banyak orang untuk membawa makan siangnya ke meja kerja. Alih-alih pergi bersama rekan-rekan kerja untuk makan di luar kantor atau di pantry, beberapa orang memilih menyantap makan siangnya sembari bekerja.

Kabar buruk buat Anda yang punya hobi seperti ini, sebab penelitian membuktikan bahwa kebiasaan ini berdampak buruk bagi kesehatan. Baik kesehatan fisik maupun mental.

  1. Risiko Kesehatan Jangka Panjang

Makan siang di meja Anda berarti Anda tidak memberi waktu bagi otot-otot Anda untuk beristirahat dari duduk panjang. Duduk berjam-jam bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta diabetes.

  1. Nyeri Sendi

Nyeri sendi adalah kondisi yang tidak dapat dihindari yang terjadi saat Anda makan siang di meja kerja Anda. Tetap duduk berjam-jam bisa menyebabkan ketegangan pada otot dan persendian. Duduk berjam-jam lagi bisa melemahkan otot pinggul dan inti.

  1. Stres dan Mengaburkan Otak

Berlama-lama duduk di satu tempat, badan akan lebih lelah dan otak tidak mendapat kesempatan untuk ‘tarik napas’. Darah pun tidak terpompa dengan optimal ke seluruh tubuh, termasuk otak. Akhirnya yang terjadi, risiko Anda mengalami stres justru meningkat karena otak Anda mudah lelah dan merasa bosan.

  1. Mengurangi Produktivitas

Siapa bilang dengan semakin lama Anda menghadapi layar komputer Anda maka akan membuat Anda semakin produktif? Badan dan otak yang lelah justru akan membuat hasil kerja Anda kurang berkualitas.

  1. Kehilangan Inspirasi

Selain stres, kondisi kerja yang monoton ini juga dapat menyebabkan kurangnya kreativitas otak. Keluar sesekali dapat memberi Anda waktu untuk berpikir jernih untuk mencari solusi bagi masalah-masalah yang Anda hadapi dalam pekerjaan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.