Hanya Sedikit Relawan Mengantar Rusman Ali Mendaftar ke PAN

Rusman Ali saat mendaftar ke PAN. Foto: M.Fsl

BorneOneTV –  Bupati Kubu Raya Rusman Ali mendaftar sebagai Bakal Calon (Balon) bupati incumbent ke Partai Amanah Nasional (PAN), di Jalan Parit Bugis Sungai Raya, Selasa 1 Agustus 2017.

PAN menjadi Partai Politik ke 5, setelah mendaftar sebelumnya ke Partai Golkar, PDI-P, PKB, dan Partai Hanura.

Bacaan Lainnya

Pendaftaran Rusman Ali ke PAN hanya diantar sejumlah relawan dan partisipan dalam jumlah kecil. Sedangkan, dari PAN sendiri seluruh jajaran menyambutnya dengan hangat, lantaran Bupati Rusman Ali juga memiliki jabatan Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai PAN.

“Masalah optimisme, mungkin saya optimis akan mendapat dukungan dari PAN. Namun harapan saya juga bisa mendapatkan dukungan dari semua partai politik yang saya daftar,” kata Balon Bupati Kubu Raya 2019-2024.

Ia menuturkan dalam pemerintahannya, program prioritas yang terus diwujudkan yaitu menyasar pada pembangunan fisik dan moral. Baik dari infrastruktur dan perbaikan mental melalui dunia pendidikan dengan menerapkan muatan lokal.

“Makanya saya berharap bisa mendapat dukungan semua partai. Karena tujuan saya ingin menuntaskan program yang sudah mulai berjalan. Seperti pembangunan jalan poros baru 50 persen, dan pendidikan di muatan lokal baru baru mulai tahun 2017 ini,” kata Rusman Ali.

Untuk itulah, memasuki pagelaran pemilihan umum kepala daerah, dirinya kembali maju sebagai bakal calon (Balon) bupati incumbent dengan mendaftar parpol. Supaya jika terpilih kembali bisa mewujudkan sepenuhnya dua program prioritasnya.

“Semoga melalui dukungan sejumlah parpol nantinya dalam pilkada, saya dapat melanjutkan program pembangun daerah. Terutama terkait fisik dan moral,” pungkasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai PAN Kubu Raya, Sahrudin memastikan PAN sebagai partai terbuka dalam memberikan dukungan terhadap siapa saja yang sesuai program visi misi partai. Terutama dalam hal membangun daerah.

“Dalam proses penjaringan ini kami sangat terbuka. Siap mengusung siapa saja yang dapat membangun daerah dan partai. Akan tetapi memang untuk kader ada prioritas. Apalagi H. Rusman Ali yang memang memiliki visi misi yang sama,” ujarnya.

Ia mengungkapkan sudah memiliki 5 daftar balon sebagai wakil bupati namun belum memastikan kapan mengembalikan formulir pendaftaran. Sedangkan untuk balon bupati, baru satu orang yakni Rusman Ali.

“Semua balon tentunya akan kita jaring sesuai mekanisme partai. Dari mulai pendaftaran, verifikasi, survei kita serahkan ke DPP hingga nanti akan kita antar sampai mendaftar ke KPUD bersama Parpol koalisi,” ungkapnya.

PAN sendiri lanjutnya, merasa sangat beruntung, khusunya di Kubu Raya, karena pengurus DPPnya ada di Kabupaten Kubu Raya sebagai Bupati Kubu Raya.

“Hal ini, tentu saja memudahkan kita dalam hal penjaringan. Proses penjaringan sendiri, diperkiraan finalnya September tentukan hasilnya siapa yang lolos dan bisa menang untuk melakukan pembangunan pada daerah,” tuturnya.

Seiring mulai mencuatnya nuansa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada kalangan politikus. Sudah mulai dirasakan oleh masyarakat kalangan bawah. Kubu Raya sebagai daerah paling muda masyarakatnya memiliki respon terhadap gejolak nuansa pilkada.

“Saat ini, beberapa kubu pemenangan dari relawan dan simpatisan sudah mulai terbentuk. Tanpak di masyarakat mulai menunjukkan siapa jago mereka,” kata Tokoh Masyarakat Kubu Raya, Saiful Anam.

Hal ini, tentu menambah meriahnya pesta demokrasi yang sudah depan mata. Namun perlu digaris bawahi bahwa pilkada merupakan ajang untuk menentukan dan memilih pemimpin 5 tahun kedepan bagi Kubu Raya.

“Jangan sampai kita justru terpecah belah lantaran beda dukungan. Mari kita satukan persepsi bahwa kita menginginkan pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat dan mampu pula melakukan pembangunan daerah lebih baik lagi. Saya rasa seperti itulah pemimpin yang kita harapkan,” ungkapnya.

Menurutnya sangat tidak baik jika, gejolak munculnya dukungan yang sudah mulai tampak. Menjadi ketegangan antara simpatisan di masyarakat itu sendiri. Akan sangat merugikan jika hal tersebut terjadi.

“Mari kita sama-sama salurkan suara kita dan dukungan kita. Tapi kita tetap bergandengan tangan menghargai setiap perbedaan. Itulah warna sebenarnya Indonesia berbeda tetap satu jua,” pungkasnya. (fsl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.