Ratusan Ribu Warga Kalbar Hidup Dibawah Garis Kemiskinan

Ilustrasi

BorneOneTV –  Kepala Badan Pusat Statistik Kalbar Pitono memaparkan, penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan di Kalimantan Barat pada bulan Maret 2017 sekitar 387.430 orang atau 7,88 persen dari jumlah penduduk.

Ia mengatakan jika dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan September 2016 berjumlah 90.320orang atau 8 persen dari jumlah penduduk, itu berarti jumlahnya berkurang sekitar 2.890 orang atau mengalami penurunan 0,74 persen,” kata Pitono, Rabu 2 Agustus 2017.

Dirinya memaparkan, persentase penduduk miskin Kalimantan Barat pada bulan Maret 2017 sebesar 7,88 persen, sedangkan bulan September 2016 sebesar 8,00 persen dengan kata lain turun 0,12 poin.

“Selama periode September 2016 – Maret 2017 penurunan persentase penduduk miskin terjadi di daerah  perkotaan dan daerah perdesaan,” ujarnya.

Pitono menerangkan, untuk daerah perkotaan mengalami penurunan dari 4,97 persen menjadi 4,88 persen dan daerah perdesaan mengalami penurunan dari 9,38 persen menjadi 9,28 persen. Jumlah penduduk miskin,pada bulan  Maret 2017 di daerah perdesaan sebesar 311.270 masih lebih banyak dibanding di daerah perkotaan sebesar 76.160 orang.

“Garis kemiskinan pada September 2016 sebesar Rp363.027 perkapita / bulan meningkat menjadi Rp377.219 perkapita/bulan pada  Maret 2017. Apabila dipilah menurut jenisnya, peranan komoditimakanan terhadap garis kemiskinan lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan),” paparnya.

Pada bulan Maret 2017, lanjut dia,  sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 78,85 persen. Daerah perkotaan sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 75,43 persen, sedangkan untuk daerah perdesaan sebesar 80,41 persen. Sumbangan Garis Kemiskinan bukan makanan terhadap garis kemiskinan pada  bulan Maret 2017 untuk daerah perkotaan sebesar 24,57 persen dan untuk daerah perdesaan sebesar 19,59 persen.

“Pada periode September 2016 – Maret 2017, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menunjukkan adanya kenaikkan yaitu dari 1,134 menjadi 1,232. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran  penduduk miskin cenderung semakin menjauhdari garis kemiskinan. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami kenaikkanyaitu dari 0,242menjadi 0,295,” ujar dia.

“Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin  membesar,” pungkasnya. (Bagas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.